Home DISKOMINFO KUKAR Persiapkan Generasi Indonesia Emas 2045, Kukar Perkuat Pendidikan PAUD

Persiapkan Generasi Indonesia Emas 2045, Kukar Perkuat Pendidikan PAUD

9
0
Bagikan Berita Ini :
Persiapkan Generasi Indonesia Emas 2045, Kukar Perkuat Pendidikan PAUD

Keterangan Gambar : Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah saat diwawancarai awak media pada Rabu (28/10/2026).

Tenggarong, sapakaltim.com– Penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mempersiapkan pelaksanaan wajib belajar 13 tahun. Dukungan terhadap pendidikan prasekolah terus didorong, dengan sekitar 500 satuan PAUD negeri dan swasta yang tersebar di wilayah Kukar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, mengatakan pendidikan prasekolah selama satu tahun sebelum memasuki sekolah dasar (SD) memiliki peran penting dalam membangun kesiapan belajar sekaligus membentuk karakter anak.

Menurutnya, pendidikan sejak usia dini tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, kejujuran, dan akhlak mulia sebagai bekal anak dalam menempuh jenjang pendidikan berikutnya.

“Jadi, bukan lagi 12 tahun, tetapi sudah 13 tahun. Anak-anak kita wajib mengikuti satu tahun pendidikan di PAUD sebelum masuk SD. Dari usia dini ini, kita harapkan karakter mereka mulai terbentuk sehingga nantinya tumbuh menjadi anak-anak yang berakhlak mulia,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).

Untuk menunjang proses pembelajaran, Disdikbud Kukar juga mendorong pemenuhan sarana dan prasarana di satuan PAUD. Pembenahan mencakup infrastruktur gedung, perabot pembelajaran, hingga alat peraga edukatif yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

Heriansyah menilai, alat peraga edukatif menjadi salah satu komponen penting dalam pembelajaran PAUD. Sebab, anak usia dini lebih mudah memahami sesuatu melalui aktivitas bermain yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangannya.

“Yang paling banyak dibutuhkan anak-anak PAUD itu alat peraga. Melalui alat peraga, mereka bisa bermain dengan nyaman sekaligus belajar memahami sesuatu. Di situ juga kita menanamkan pendidikan karakter,” katanya.

Selain dukungan fasilitas, pembentukan karakter juga perlu diterapkan melalui kebiasaan sehari-hari di lingkungan pendidikan. Anak-anak perlu dibiasakan untuk disiplin, mandiri, jujur, menghargai orang lain, serta memahami aturan sederhana, seperti mengantre dan datang tepat waktu.

Pembiasaan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan kepribadian anak sebelum memasuki lingkungan pendidikan yang lebih luas.

Di sisi lain, keberhasilan pelaksanaan wajib belajar 13 tahun juga bergantung pada pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan prasekolah. Untuk itu, Disdikbud Kukar melibatkan organisasi pendidik PAUD, tokoh masyarakat, hingga kepala desa dalam kegiatan sosialisasi.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperluas informasi mengenai pentingnya PAUD sekaligus mendorong pemerataan akses pendidikan prasekolah hingga ke wilayah kecamatan dan desa.

Heriansyah menegaskan, investasi pendidikan sejak dini merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.

Menurutnya, ketergantungan terhadap sumber daya alam yang terbatas perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi, keterampilan, dan integritas masyarakat. Karena itu, pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

“Yang paling fundamental harus kita siapkan adalah sumber daya manusia. Kita tidak bisa terus bergantung pada sumber daya alam yang terbatas. Karena itu, kompetensi, keterampilan, dan integritas masyarakat harus terus ditingkatkan,” jelasnya.

Melalui penguatan PAUD dan sosialisasi wajib belajar 13 tahun, Pemkab Kukar berharap kualitas pendidikan dan pembentukan karakter dapat dimulai sejak usia dini. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menciptakan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Tim Redaksi (Adv 99/Hendrik)