
Keterangan Gambar : Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah saat diwawancarai awak media pada Sabtu (17/10/2026).
Tenggarong, sapakaltim.com– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang kehilangan ijazah akibat kebakaran di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.
Layanan tersebut disiapkan untuk membantu warga terdampak yang dokumen pendidikannya ikut hangus dalam musibah kebakaran. Selain itu, Disdikbud Kukar memberikan kelonggaran absensi bagi guru yang terdampak, khususnya di lingkungan SDN 002 Tenggarong, Jalan Kartini.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan posko pengaduan telah dibuka untuk menampung laporan masyarakat yang kehilangan ijazah akibat kebakaran.
“Kita buka pos terkait dengan pengaduan untuk masyarakat yang ijazahnya terbakar,” ujarnya, Sabtu (17/10/2026).
Selain membantu masyarakat mengurus persoalan dokumen pendidikan, Disdikbud Kukar memberikan kebijakan khusus bagi guru yang terdampak kebakaran. Kelonggaran absensi diberikan agar para guru dapat menyesuaikan aktivitas selama proses pemulihan dan perbaikan berlangsung.
“Kita berikan kelonggaran bagi guru yang terdampak itu untuk absen, di tempat posisi yang mereka sedang melakukan perbaikan di situ,” jelas Heriansyah.
Terkait kondisi sarana dan prasarana sekolah, Heriansyah menyebut tidak ada perangkat komputer yang ikut terbakar. Sejumlah kursi di sekolah juga masih dapat digunakan sehingga fasilitas yang tidak terdampak tetap bisa dimanfaatkan.
“Kemarin enggak ada sih alat komputer yang terbakar itu enggak ada. Yang kursinya juga masih bisa kita gunakan. Alhamdulillah,” katanya.
Heriansyah memastikan kegiatan pembelajaran di sekolah tersebut telah kembali berjalan sejak Senin. Namun, metode pembelajaran tetap menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan, terutama jika asap masih berpotensi membahayakan kesehatan siswa maupun tenaga pendidik.
Apabila kondisi belum memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka, Disdikbud Kukar akan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
“Senin ini sudah berjalan mereka, walaupun metodenya mungkin lihat lagi situasi dan kondisi. Kalau misalnya kondisi kita masih, asap masih cukup berbahaya, kita lakukan PJJ,” ungkapnya.
Sementara itu, kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Heriansyah menjelaskan, angka tersebut merupakan perkiraan biaya yang diperlukan untuk merehabilitasi bangunan yang terdampak kebakaran.
“Kalau kerugian itu mungkin sekitar Rp2 miliaran, bangunan itu kalau kita rehabilitasi kembali lagi,” pungkasnya.
Tim Redaksi (Adv 65/Hendrik)










LEAVE A REPLY