Home DAERAH Kunjungan Wisata Naik Tajam, Kaltim Percepat Transformasi Ekonomi

Kunjungan Wisata Naik Tajam, Kaltim Percepat Transformasi Ekonomi

9
0
Bagikan Berita Ini :
Kunjungan Wisata Naik Tajam, Kaltim Percepat Transformasi Ekonomi

Keterangan Gambar : Admpim Pemprov Kaltim.

Samarinda, sapakaltim.com— Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Komitmen itu ditegaskan melalui terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 35 Tahun 2025 tentang Desa Wisata, yang menjadi landasan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat secara terarah dan berkelanjutan.

Pergub tersebut dirancang untuk memastikan desa wisata di Kaltim tumbuh dengan standar yang jelas, memiliki kriteria pengelolaan, serta mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.

“Pergub ini penting untuk memberikan arah, kriteria, dan standardisasi terhadap desa wisata agar tumbuh secara terencana, berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa,” ujar Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud (Harum), didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi, pada kamis (12/2/2026).

Regulasi ini juga menjadi bagian dari penguatan program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur H. Seno Aji dalam Program Jaminan Sosial dan Pembangunan (Jospol), yang mendorong transformasi ekonomi Benua Etam berbasis potensi lokal.

Secara kinerja, sektor pariwisata Kaltim menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tercatat mencapai 10.437 kunjungan, melonjak 113,26 persen dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 16,05 juta perjalanan atau tumbuh 22,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Samarinda menjadi destinasi utama perjalanan wisatawan nusantara dengan 4,23 juta kunjungan, disusul Balikpapan dan Kutai Kartanegara. Untuk wisatawan mancanegara, negara-negara ASEAN seperti Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura menjadi penyumbang terbesar.

Pertumbuhan kunjungan tersebut turut berdampak pada sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kaltim tercatat melampaui 50 persen pada April 2025, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

“Kondisi ini mencerminkan permintaan akomodasi yang membaik seiring meningkatnya kunjungan wisatawan,” jelasnya.

Selain regulasi dan peningkatan kunjungan, penguatan citra pariwisata Kaltim juga dilakukan melalui penyelenggaraan event bertaraf internasional. East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 menghadirkan delegasi dari sejumlah negara, antara lain Korea Selatan, Polandia, Rusia, India, dan negara lainnya.

“Event internasional ini memperkaya agenda pariwisata budaya sekaligus mempromosikan seni dan tradisi lokal ke panggung global,” tambahnya.

Ke depan, pengembangan pariwisata di Kalimantan Timur diarahkan pada konsep ekonomi hijau dan ekonomi biru. Potensi wisata bahari dan pesisir terus diperkuat, sementara ekowisata dan pariwisata budaya berbasis daratan dikembangkan sebagai bagian dari transformasi ekonomi berkelanjutan di Benua Etam.

(Tim Redaksi)