Home DAERAH Pemprov Kaltim Evaluasi Gratispol Pendidikan, Kuota Naik Jadi 159 Ribu di Tahun 2026

Pemprov Kaltim Evaluasi Gratispol Pendidikan, Kuota Naik Jadi 159 Ribu di Tahun 2026

79
0
Bagikan Berita Ini :
Pemprov Kaltim Evaluasi Gratispol Pendidikan, Kuota Naik Jadi 159 Ribu di Tahun 2026

Keterangan Gambar : Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji.

Samarinda, sapakaltim.com- Pelaksanaan Program Gratispol Pendidikan di Kalimantan Timur masih memerlukan sejumlah pembenahan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Pemerintah Provinsi Kaltim pun memastikan evaluasi terus dilakukan guna menyempurnakan program tersebut.

Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum) mengakui sebagai program yang relatif baru, Gratispol Pendidikan tentu belum berjalan sempurna. Namun demikian, pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai masukan demi perbaikan ke depan.

“Kami akui tidak ada yang langsung sempurna. Kami menerima seluruh kritik dan saran, dan akan segera melakukan pembenahan,” ujar Gubernur Harum usai briefing bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, pada tahun lalu pemerintah menyiapkan kuota sekitar 32.000 mahasiswa sebagai penerima manfaat. Namun dalam pelaksanaannya, masih terdapat sejumlah mahasiswa yang belum dapat menikmati program tersebut karena beberapa kendala, termasuk kesalahan persepsi terkait persyaratan.

Gubernur menegaskan, beasiswa Gratispol diperuntukkan bagi anak-anak Kalimantan Timur atau mereka yang telah berdomisili minimal tiga tahun di Kaltim. Selain itu, bantuan pendidikan ini hanya diberikan kepada mahasiswa reguler, bukan untuk program eksekutif maupun ekstensi.

Ke depan, Pemprov Kaltim berkomitmen memperbaiki tata kelola program agar lebih tepat sasaran dan transparan. Selain menyasar mahasiswa, program beasiswa juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kualifikasi guru dan dosen.

“Guru-guru juga kami utamakan agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Jika gurunya hebat, maka kita akan dapat melahirkan siswa dan mahasiswa yang hebat pula,” tegasnya.

Gubernur menambahkan, pemerintah sebagai pelayan masyarakat berkewajiban memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pemohon beasiswa. Oleh karena itu, perbaikan sistem dan mekanisme akan terus dilakukan.

Sebagai bentuk komitmen perluasan manfaat, pada tahun ini Gubernur Harum bersama Wakil Gubernur Seno Aji meningkatkan kuota penerima secara signifikan menjadi 159.006 mahasiswa dengan pagu anggaran mencapai Rp1,37 triliun.

Dengan peningkatan tersebut, Program Gratispol Pendidikan diharapkan semakin memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Timur serta memberikan kesempatan pendidikan yang lebih merata bagi generasi muda.

(Tim Redaksi)