
Keterangan Gambar : Perkumpulan Bubuhan Driver Gojek Samarinda (BUDGOS) menggelar kegiatan deklarasi yang dirangkaikan dengan sosialisasi penguatan perlindungan sosial bagi driver ojek online di Kota Samarinda, Kamis (21/5/2026).
Samarinda, sapakaltim.com— Perkumpulan Bubuhan Driver Gojek Samarinda (BUDGOS) menggelar kegiatan deklarasi yang dirangkaikan dengan sosialisasi penguatan perlindungan sosial bagi driver ojek online di Kota Samarinda. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran para driver terhadap pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal, khususnya pengemudi ojek online.
Selain memperkuat pemahaman terkait jaminan sosial ketenagakerjaan, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat solidaritas dan semangat kebersamaan antar driver online yang tergabung dalam BUDGOS.
Ketua Umum BUDGOS, Ivan Jaya, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian komunitas driver online terhadap keselamatan dan kesejahteraan para anggotanya. Menurutnya, perlindungan sosial menjadi kebutuhan penting bagi driver yang setiap hari bekerja di jalan dan memiliki risiko tinggi.
“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kesadaran rekan-rekan driver tentang pentingnya perlindungan sosial, khususnya melalui BPJS Ketenagakerjaan. Program ini sangat membantu driver dalam memberikan rasa aman saat bekerja,” ujar Ivan Jaya, pada Kamis (21/5/2026).
Dalam kesempatan itu, BUDGOS juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas berbagai kebijakan dan program yang dinilai telah memberikan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para driver ojek online.
Ivan Jaya menilai program perlindungan sosial dari pemerintah memiliki manfaat besar bagi driver online, mulai dari perlindungan kecelakaan kerja, jaminan kematian, hingga jaminan hari tua yang dapat membantu keberlangsungan hidup keluarga driver.
Selain itu, BUDGOS menegaskan komitmennya untuk turut menjaga kondusivitas wilayah serta berperan aktif dalam menciptakan Kota Samarinda yang teduh, rapi, aman, dan nyaman sebagai bagian dari upaya mewujudkan Samarinda sebagai Kota Pusat Peradaban.
“Kami mengajak seluruh komunitas ojol untuk tetap mengedepankan etika, moral, dan toleransi dalam bekerja. Driver online juga harus menjadi pembawa pesan persatuan dan menjaga perdamaian di tengah masyarakat,” lanjutnya.
BUDGOS juga menegaskan penolakan terhadap segala bentuk tindakan anarkis, provokasi, diskriminasi, maupun perpecahan yang dapat mengganggu persatuan antar driver maupun masyarakat luas. Mereka menekankan pentingnya dialog dan musyawarah dalam memperjuangkan kesejahteraan, perlindungan kerja, serta kepastian hukum bagi driver ojek online.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara driver ojek online, pemerintah, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan kesejahteraan serta perlindungan sosial bagi seluruh driver online di Kota Samarinda.
(Tim Redaksi)








LEAVE A REPLY