Home DAERAH UMKT dan Tradepro Jalin Kerja Sama, Buka Peluang Karier Wakil Penasihat Berjangka di Samarinda

UMKT dan Tradepro Jalin Kerja Sama, Buka Peluang Karier Wakil Penasihat Berjangka di Samarinda

40
0
Bagikan Berita Ini :
UMKT dan Tradepro Jalin Kerja Sama, Buka Peluang Karier Wakil Penasihat Berjangka di Samarinda

Keterangan Gambar : Dokumentasi bersama usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang dirangkai dengan sosialisasi profesi Wakil Penasihat Berjangka (WPA) di Samarinda, Senin (18/5/2026).

Samarinda, sapakaltim.com- Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur bersama PT. Tradepro Penasihat Berjangka resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang dirangkai dengan sosialisasi profesi Wakil Penasihat Berjangka (WPA) di Samarinda, Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah kolaboratif antara dunia pendidikan dan industri dalam membuka peluang karier baru bagi generasi muda di sektor perdagangan berjangka.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari kalangan akademisi, perusahaan, hingga pemerintah daerah sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas peluang kerja di tengah perkembangan industri dan teknologi.

Wakil Rektor I UMKT, Dr. Abdul Halim, mengatakan kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia industri merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang. Menurutnya, perkembangan teknologi telah melahirkan berbagai profesi baru yang membutuhkan sumber daya manusia adaptif dan kompeten.

“Profesi ini bukan hanya menawarkan peluang karier, tetapi juga dapat menjadi alternatif bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis,” ujarnya.

Sementara itu, Head Human Capital Development Tradepro, Fernaldi Anggadha, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membantu menekan angka pengangguran, khususnya di Samarinda.

Ia menjelaskan bahwa profesi Wakil Penasihat Berjangka memiliki peran penting dalam memberikan analisis dan rekomendasi transaksi komoditas multilateral maupun bilateral. Kebutuhan tenaga profesional di bidang tersebut, kata dia, terus meningkat seiring berkembangnya industri perdagangan berjangka di Indonesia.

“Kebutuhan tenaga profesional di bidang ini terus meningkat, sehingga peluangnya sangat terbuka bagi lulusan yang siap berkompetisi,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen pengembangan sumber daya manusia, Tradepro menargetkan pembentukan 100 tenaga profesional WPA di Samarinda. Program tersebut akan didukung melalui pelatihan, sertifikasi profesi, sistem pengembangan karier, hingga program penempatan kerja berkelanjutan.

“Melalui program ini, kami berharap dapat membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda untuk memiliki keterampilan profesional dan karier yang berkelanjutan,” tambah Fernaldi.

Perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kota Samarinda, Waode Rosliani, menyampaikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan perusahaan menjadi bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas.

Menurutnya, perguruan tinggi berperan menyiapkan tenaga kerja kompeten, sedangkan perusahaan menjadi ruang implementasi bagi lulusan untuk mengembangkan kemampuan dan pengalaman kerja.

Ia juga mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran di Samarinda saat ini berada pada angka 5,31 persen. Meski dinilai cukup baik, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dinilai perlu terus diperkuat untuk menekan angka pengangguran di daerah.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri seperti ini diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya.

Industri perdagangan berjangka dinilai terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya kebutuhan tenaga profesional di bidang tersebut. Kehadiran profesi Wakil Penasihat Berjangka menjadi alternatif karier yang relevan bagi lulusan perguruan tinggi sekaligus membuka peluang baru dalam penyerapan tenaga kerja terdidik.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni penandatanganan kerja sama, tetapi juga langkah nyata memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi diharapkan semakin memahami peluang karier di bidang perdagangan berjangka serta termotivasi mengikuti pelatihan WPA sebagai bekal menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.

(Tim Redaksi)