
Keterangan Gambar : Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2013–2015, Arief Rosyid Hasan.
Samarinda, sapakaltim.com– Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2013–2015, Arief Rosyid Hasan, mengajak generasi muda Kalimantan Timur untuk memanfaatkan momentum besar yang tengah berlangsung di daerah tersebut. Menurutnya, keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu pusat energi nasional membuka peluang luas bagi anak muda untuk tampil sebagai pelaku utama pembangunan.
Dalam agenda silaturahmi yang berlangsung di Samarinda, Arief menekankan bahwa masa depan Kalimantan Timur tidak boleh hanya ditentukan oleh pihak luar. Ia menilai generasi muda daerah memiliki tanggung jawab untuk terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan yang akan memengaruhi arah pembangunan di masa mendatang.
“Kaltim saat ini berada pada posisi yang sangat strategis. Dengan potensi sumber daya alam yang besar dan hadirnya IKN, generasi muda harus mengambil kesempatan untuk berkontribusi lebih besar, bukan hanya menyaksikan perubahan yang terjadi,” ujarnya pada (12/6/2026).
Arief menilai pembangunan yang sedang berlangsung harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal. Karena itu, keterlibatan anak muda dalam berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, politik, dunia usaha hingga aktivitas sosial kemasyarakatan, menjadi sangat penting untuk memastikan pembangunan berjalan secara inklusif.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti upaya pemerintah pusat dalam memperkuat pengelolaan sumber daya alam sesuai amanat konstitusi. Menurutnya, prinsip yang tertuang dalam Pasal 33 UUD 1945 harus menjadi landasan dalam pengelolaan kekayaan alam agar hasilnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Arief menyebut pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah berupaya memperkuat tata kelola sektor energi dan sumber daya mineral agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara dan rakyat. Ia menilai berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah merupakan bagian dari langkah memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
Ia juga mengapresiasi peran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, yang dinilainya mendapat tanggung jawab besar dalam memperbaiki tata kelola sektor energi. Menurutnya, sejumlah program seperti penguatan produksi energi, hilirisasi industri, dan pemberdayaan sektor energi masyarakat menjadi bagian dari upaya tersebut.
Lebih lanjut, Arief mengingatkan bahwa perubahan besar yang sedang berlangsung harus direspons dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia mendorong generasi muda Kalimantan Timur untuk terus mengembangkan kapasitas diri, memperluas jaringan, dan memperkuat kemampuan kepemimpinan agar mampu bersaing di tengah dinamika pembangunan nasional.
Menurutnya, anak muda tidak boleh puas hanya menjadi penerima manfaat pembangunan. Sebaliknya, mereka harus hadir sebagai penggerak yang mampu menciptakan peluang, menghasilkan inovasi, dan berkontribusi dalam menentukan arah kebijakan publik.
“Kita membutuhkan lebih banyak anak muda yang berani tampil sebagai pemimpin, pelaku usaha, profesional, maupun pengambil keputusan. Masa depan daerah ini harus dibangun oleh putra-putri terbaik Kalimantan Timur sendiri,” katanya.
Selain membahas pembangunan dan peran generasi muda, Arief turut menyinggung pentingnya stabilitas politik nasional dalam mendukung keberlanjutan program pembangunan. Ia menilai sinergi yang terbangun di antara kekuatan politik dalam pemerintahan menjadi faktor penting untuk menjaga konsistensi pelaksanaan agenda strategis nasional.
Menurutnya, stabilitas politik yang kuat akan mempercepat berbagai program prioritas, mulai dari pembangunan IKN, penguatan sektor energi, hilirisasi industri, hingga pemerataan pembangunan di berbagai daerah.
Menutup penyampaiannya, Arief mengajak kader HMI serta generasi muda Kalimantan Timur untuk aktif mengambil bagian dalam berbagai ruang pengabdian dan pembangunan bangsa.
Ia menegaskan bahwa setiap perubahan besar selalu membutuhkan keterlibatan generasi muda yang berani mengambil tanggung jawab. Karena itu, momentum yang dimiliki Kalimantan Timur saat ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang mampu membawa daerah dan bangsa menuju kemajuan.
(Tim Redaksi)










LEAVE A REPLY