
Keterangan Gambar : Ketua GMKI Cabang Samarinda, Ezra Julio Parapean masa bakti 2023-2025.
Samarinda, sapakaltim.com— Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Samarinda mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian saat mengamankan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Dalam insiden tersebut, seorang pengemudi ojek online (ojol) dilaporkan tewas setelah terlindas kendaraan taktis milik Brimob di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Ketua GMKI Cabang Samarinda, Ezra Julio Parapean, menilai peristiwa itu mencerminkan kegagalan negara dalam melindungi warganya dan menunjukkan sikap tidak manusiawi aparat dalam menangani aksi massa.
“Perilaku aparat saat ini semakin brutal, bahkan hingga merenggut nyawa. Kami menuntut Kapolri untuk mundur dari jabatannya karena gagal mengayomi masyarakat dalam aksi demonstrasi,” ujar Ezra dalam pernyataannya.
Ezra juga mengkritik kinerja DPR RI yang dinilai tidak lagi merepresentasikan suara rakyat. Ia menyebut parlemen semakin jauh dari kepentingan masyarakat dan kehilangan kepekaan terhadap aspirasi publik.
“Kami mendesak DPR RI untuk mendengarkan suara rakyat. Bila tidak mampu menjalankan fungsi dan tugasnya, lebih baik mundur dari jabatan,” tegasnya.
Kendaraan taktis yang terlibat dalam insiden tersebut diketahui bernama Rimueng, yang dirancang khusus untuk mendukung operasional pasukan Brimob dalam misi penegakan hukum dan pengamanan. Kendaraan seberat 14 ton itu dibekali bodi baja untuk menahan tembakan senjata ringan dan melindungi personel di lapangan.
Tragedi ini kembali memicu kritik publik terhadap penggunaan kendaraan taktis dalam pengendalian massa, serta memperkuat sorotan terhadap lemahnya pengawasan DPR terhadap aparat keamanan dan proses penyaluran aspirasi rakyat.
(Tim Redaksi)
LEAVE A REPLY