Home PENDIDIKAN Audiensi dengan DPRD Kota Samarinda, HMI Samarinda Soroti Sektor Pendidikan

Audiensi dengan DPRD Kota Samarinda, HMI Samarinda Soroti Sektor Pendidikan

32
0
Bagikan Berita Ini :
Audiensi dengan DPRD Kota Samarinda, HMI Samarinda Soroti Sektor Pendidikan

Keterangan Gambar : Foto bersama HMI Cabang Samarinda usai melangsungkan audensi dengan DPRD Kota Samarinda pada Rabu (8/4/2026).

Samarinda, sapakaltim.com- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda menggelar audiensi dengan DPRD Kota Samarinda pada Rabu (8/4/2026) di ruang Ketua DPRD. Pertemuan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi terkait arah pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan.

Diskusi berlangsung terbuka dan konstruktif. Dalam forum tersebut, HMI menekankan pentingnya penguatan sektor pendidikan sebagai landasan utama dalam membangun peradaban kota yang maju.

Ketua Umum HMI Cabang Samarinda, Achmad Fawwaz, menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran krusial dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetitif. Ia menilai, upaya pemerataan akses serta peningkatan mutu pendidikan perlu menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan. Kami berharap kebijakan yang diambil ke depan benar-benar mendukung peningkatan kualitas pendidikan, baik dari sisi fasilitas, tenaga pendidik, maupun akses yang merata,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan, terdapat sekitar 863 satuan pendidikan di Kota Samarinda dengan jumlah peserta didik mencapai lebih dari 166 ribu orang serta hampir 10 ribu tenaga pendidik. Angka tersebut mencerminkan besarnya kebutuhan terhadap dukungan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dan merata.

HMI juga menyoroti kondisi infrastruktur pendidikan yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain ketersediaan ruang kelas yang layak, fasilitas penunjang seperti laboratorium dan perpustakaan, hingga akses jalan menuju sekolah yang aman.

Di sisi lain, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp170 miliar pada 2024 untuk pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan. Meski demikian, HMI menilai pemerataan pembangunan dan keberlanjutannya masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Menurut HMI, kualitas sarana dan prasarana yang baik akan berdampak langsung pada kenyamanan serta efektivitas proses belajar mengajar. Oleh karena itu, sektor ini dinilai perlu mendapat perhatian serius dalam perencanaan dan penganggaran.

Selain isu pendidikan, HMI juga menyinggung pentingnya arah pembangunan kota yang terencana dan berkelanjutan. Pembangunan dinilai tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Perencanaan pembangunan harus berbasis kebutuhan dan berorientasi jangka panjang, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambah Fawwaz.

HMI juga mendorong adanya integrasi antara kebijakan pembangunan dan sektor pendidikan, sehingga keduanya dapat saling mendukung dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, HMI menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan elemen masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.

Menanggapi hal tersebut, DPRD Kota Samarinda menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif mahasiswa. Pihak DPRD menyatakan bahwa berbagai masukan yang disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan ke depan.

Audiensi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan Kota Samarinda yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga unggul dalam kualitas pendidikan.

(Tim Redaksi)