Home DISKOMINFO KUKAR Pabrik Rumput Laut Muara Badak Belum Beroperasi, Pemkab Kukar Sebut Masih Butuh Anggaran untuk Fasilitas Penunjang

Pabrik Rumput Laut Muara Badak Belum Beroperasi, Pemkab Kukar Sebut Masih Butuh Anggaran untuk Fasilitas Penunjang

20
0
Bagikan Berita Ini :
Pabrik Rumput Laut Muara Badak Belum Beroperasi, Pemkab Kukar Sebut Masih Butuh Anggaran untuk Fasilitas Penunjang

Keterangan Gambar : Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Burhanuddin Sabtu (3/10/2026).

Tenggarong, sapakaltim.com– Pabrik pengolahan rumput laut di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar), hingga kini belum beroperasi secara penuh. Meski mesin produksi telah tersedia dan sempat dilakukan uji coba, fasilitas penunjang pabrik masih membutuhkan penyelesaian.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Burhanuddin, mengatakan pembangunan dan persiapan operasional pabrik sebenarnya masih terus berlanjut. Namun, proses tersebut terkendala kondisi keuangan daerah dan rasionalisasi anggaran.

Menurutnya, mesin produksi di dalam pabrik telah tersedia, bahkan sudah dilakukan uji coba. Namun, masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu diselesaikan sebelum pabrik dapat dioperasikan.

“Mesin sudah dicoba juga, sudah dicoba mesinnya, tapi itu karena lantainya ini harus dengan lantai khusus tapi ini masih lantai biasa kemarin,” kata Burhanuddin, Sabtu (3/10/2026).

Selain lantai produksi, sejumlah fasilitas penunjang di sekitar pabrik juga masih membutuhkan anggaran. Burhanuddin memperkirakan kebutuhan anggaran untuk membuat fasilitas tersebut siap digunakan masih mencapai sekitar Rp10 miliar.

“Oh iya, kayaknya kalau dilihat mau dioperasikan itu mungkin masih, kalau teman-teman hitungan mungkin masih sekitar Rp10 miliaran dengan fasilitas semua yang ada di sekitarnya,” ujarnya.

Burhanuddin menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam melanjutkan penyelesaian fasilitas tersebut. Anggaran yang sebelumnya disiapkan untuk pengerjaan fisik ikut terdampak rasionalisasi, sehingga rencana tersebut belum dapat direalisasikan.

“Seharusnya ada anggaran tahun ini untuk fokus sama fisik-fisik, cuma karena RKDPA yang tidak keluar karena pemangkasan rasionalisasi sehingga ini, kami masih berupaya mudah-mudahan bisa dapat anggaran,” jelasnya.

Ia mengatakan pihaknya belum berani menetapkan target waktu operasional pabrik karena masih bergantung pada kemampuan keuangan daerah. Disperindag Kukar berharap dukungan anggaran dapat kembali tersedia pada tahun berikutnya sehingga fasilitas yang telah tersedia dapat segera dimanfaatkan.

“Yaitu kalau target kami nda berani karena kondisi keuangan dirasionalisasi. Sehingga kami mengharap mudah-mudahan tahun depan masih ada anggarannya lagi. Karena lumayan juga di situ, pabriknya sudah ada, tinggal mesinnya sudah ada tinggal. Ini harus ada anggaran lagi baru bisa berjalan,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait rencana hilirisasi, Burhanuddin menyebut pabrik tersebut nantinya diarahkan untuk mengolah rumput laut menjadi tepung. Produk tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan lainnya.

“Itu kan inisiasi nanti kan jadi tepung itu kan, hasilnya kan tepung itu yang planningnya itu kan tepung itu yang dieksplor atau menjadikan turunan-turunan lainnya nanti dengan tepung itu,” pungkasnya.

Tim Redaksi (Adv 25/Hendrik)