Home DISKOMINFO KUKAR Kunjungan Expo Erau Adat Kutai 2026 Meningkat, Disdik Kukar Dorong Ekosistem Budaya Berdampak ke UMKM

Kunjungan Expo Erau Adat Kutai 2026 Meningkat, Disdik Kukar Dorong Ekosistem Budaya Berdampak ke UMKM

15
0
Bagikan Berita Ini :
Kunjungan Expo Erau Adat Kutai 2026 Meningkat, Disdik Kukar Dorong Ekosistem Budaya Berdampak ke UMKM

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah saat diwawancrai awak media pada Senin (28/9/20

Tenggarong, sapakaltim.com— Jumlah kunjungan masyarakat ke Expo Erau Adat Kutai 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) disebut mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, mengatakan peningkatan kunjungan terlihat hampir setiap hari selama rangkaian Erau berlangsung.

“Kalau kita melihat dari trennya, Alhamdulillah peningkatan kunjungan itu sangat luar biasa sekali. Tidak hanya pada hari-hari tertentu, bahkan hampir rata di setiap hari Erau itu berlangsung,” ujar Heriansyah pada Senin (28/9/2026).

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat terhadap Expo Erau diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelestarian adat dan budaya semata. Pemerintah daerah ingin membangun ekosistem budaya yang juga memberikan dampak terhadap sektor ekonomi masyarakat.

“Nah, harapan kita bahwa sistem ini, budaya ini ada ekosistem budaya yang tumbuh, yang mampu kita ciptakan, itu tidak hanya sekadar sebuah pelestarian adat dan budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak terhadap UMKM dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” jelasnya.

Selain itu, Expo Pendidikan yang melibatkan satuan pendidikan jenjang dasar hingga menengah juga digelar.

Heriansyah mengatakan, konsep yang diterapkan dalam Expo Pendidikan tersebut memperkenalkan pendekatan pembelajaran yang terintegrasi dengan sektor pertanian dan peternakan.

“Rata-rata di Expo pendidikan itu sekolah satuan menengah kita dan sekolah satuan dasar itu sudah terintegrasi dengan farming,” katanya.

Melalui konsep tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara teori, tetapi juga dapat melihat dan mempraktikkan secara langsung kegiatan yang berkaitan dengan pertanian dan peternakan.

“Jadi sekolah-sekolah ini diajarkan itu dengan sistem pola sekolah yang pendekatannya itu dengan pertanian, peternakan, sehingga anak-anak kita itu bisa belajar langsung dan praktek langsung. Ada edukasi di situ,” ujarnya.

Menurut Heriansyah, pendekatan tersebut penting untuk membangun perspektif baru di kalangan generasi muda mengenai profesi di sektor pertanian dan peternakan.

Ia berharap para siswa dapat melihat bahwa menjadi petani maupun peternak tidak lagi identik dengan pekerjaan konvensional, melainkan memiliki peluang masa depan seiring berkembangnya teknologi.

“Dan ini juga satu hal yang baik buat anak-anak kita bagaimana menumbuhkan mereka bahwa saat ini menjadi seorang petani, menjadi seorang peternak itu mempunyai masa depan yang lebih bagus,” tuturnya.

Heriansyah menambahkan, perubahan tersebut didukung proses modernisasi dalam metode pertanian yang kini mulai bergeser dari pola konvensional menuju sistem yang lebih modern.

“Karena proses modernisasi dari cara bertaninya sudah bergeser dari konvensional ke modern,” pungkasnya.

Tim Redaksi (Adv 12/ Hendrik)