
Keterangan Gambar : Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri saat menghadiri rapat paripurna istimewa DPRD Kukar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Tenggarong ke-244, Senin (28/9/2026).
Tenggarong, sapakaltim.com— Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan agar semakin humanis dan mampu menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Aulia saat menghadiri rapat paripurna istimewa DPRD Kukar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Tenggarong ke-244, Senin (28/9/2026).
Aulia mengatakan, peringatan Hari Jadi Kota Tenggarong yang diperingati setiap 28 September memiliki keterkaitan erat dengan sejarah pemindahan ibu kota pemerintahan dari Pemarangan ke Tepian Pandan, yang kemudian dikenal sebagai Tangga Arung dan kini menjadi Tenggarong.
Menurutnya, Hari Jadi Kota Tenggarong dan pelaksanaan Erau Adat Kutai merupakan dua entitas yang tidak dapat dipisahkan. Erau merupakan bagian dari kegiatan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan tersebut.
Ia menyebut tema yang diusung dalam peringatan tahun ini memiliki makna yang berkaitan erat dengan pelayanan kepada masyarakat.
“Manunggal bersama raja, raja menjamu rakyatnya,” kata Aulia.
Ia menjelaskan, makna mendalam dari tema tersebut adalah tentang pelayanan. Menurutnya, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memberikan keteladanan kepada pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengenai bagaimana bersikap terhadap masyarakat.
“Bagaimana yang mulia Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memberikan keteladanan kepada kami semua, para pelayan masyarakat, pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara beserta Forkopimda bagaimana kita harus bersikap terhadap masyarakat, terhadap rakyat,” ujarnya.
Aulia menegaskan, pemerintah pada dasarnya merupakan pelayan masyarakat. Karena itu, semangat tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Kita ini adalah pelayan masyarakat, kita ini adalah pelayan rakyat dan wajah inilah yang ingin kita persembahkan, ingin kita perlihatkan memaknai dari ulang tahun atau hari jadi Tenggarong yang ke-244 ini,” katanya.
Ia berharap ke depan pelayanan pemerintahan di Kabupaten Kukar dapat semakin humanis dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Nah harapan kita ke depan pelayanan pemerintahan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara itu lebih humanis lagi, lebih adaptable dengan kebutuhan masyarakat, selalu berusaha untuk mempermudah setiap proses layanan-layanan kepada masyarakat sehingga masyarakat selalu merasa bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat,” jelasnya.
Selain pelayanan publik, Aulia juga menyampaikan pesan kepada generasi muda Kukar agar tidak melupakan perjalanan panjang sejarah daerah. Menurutnya, usia Kota Tenggarong yang telah mencapai 244 tahun menunjukkan panjangnya perjalanan yang telah dilalui daerah tersebut.
“Pesan untuk generasi muda bahwa perjalanan sejarah ini bukanlah sesuatu yang singkat, ini merupakan sesuatu yang panjang. Tenggarong yang kita lihat hari ini itu sudah berumur 244 tahun,” tuturnya.
Ia mengajak generasi muda untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pemuda Kukar memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam membangun daerah.
“Generasi muda harus semangat dalam membangun daerah kita tercinta Kabupaten Kutai Kartanegara. Kita tidak boleh bermalas-malasan, pemuda yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara itu memiliki peluang kesempatan yang sama,” tegasnya.
Aulia menilai potensi pemuda di Kukar sangat besar. Ia berharap generasi muda dapat membangun daerah dengan semangat yang selaras dengan nilai-nilai keteladanan yang ditunjukkan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura melalui berbagai kegiatan kebudayaan dan kesultanan.
“Pertama, potensi pemuda yang ada di Kutai Kartanegara sangatlah besar dan kita berharap pemuda-pemudi Kutai Kartanegara itu bisa membangun Kutai Kartanegara dengan semangat atau spirit sebagaimana yang selalu diteladankan oleh Ayahanda Sultan melalui kegiatan-kegiatan kebudayaan maupun kegiatan-kegiatan kesultanan yang bisa kita lihat sehari-hari,” pungkasnya.
Tim Redaksi (Adv 11/Hendrik)










LEAVE A REPLY