Home DAERAH Usai Tabrakan Ketiga, Jembatan Mahulu Kembali Jalani Uji Beban

Usai Tabrakan Ketiga, Jembatan Mahulu Kembali Jalani Uji Beban

16
0
Bagikan Berita Ini :
Usai Tabrakan Ketiga, Jembatan Mahulu Kembali Jalani Uji Beban

Keterangan Gambar : foto pada saat melakukan uji beban jembatan Mahulu di Samarinda, Rabu (4/2/2026).

Samarinda, sapakaltim.com- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Timur kembali melakukan uji beban dan uji dinamis terhadap Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Samarinda, Rabu (4/2/2026). Pengujian ini dilakukan menyusul insiden tabrakan kapal yang ketiga kalinya terhadap fender dan pilar jembatan pada 25 Januari 2026.

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kaltim, Muhran, menyebutkan bahwa pengujian kali ini difokuskan pada pilar P9 dan P10 yang terdampak langsung akibat tabrakan. Pemeriksaan dilakukan melalui uji dinamis serta metode non destructive test (NDT/END) untuk memastikan kondisi struktur jembatan tetap dalam keadaan aman.

Menurut Muhran, pelaksanaan uji beban sempat tertunda lantaran tim penguji baru tiba dari Ambon dan kondisi cuaca yang kurang mendukung. Meski demikian, pengujian akhirnya dapat dilaksanakan pada hari ini.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan pengguna jalan. Atas penutupan sementara jembatan selama proses pengujian, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Jembatan ini merupakan aset publik yang harus dijaga bersama. Kami berharap hasil pengujian segera keluar sehingga jembatan dapat kembali difungsikan,” ujarnya.

Dalam uji dinamis, tim teknis menggunakan truk bermuatan pasir dengan berat sekitar delapan ton. Muatan tersebut digunakan untuk memicu getaran, bukan sebagai beban statis jembatan.

Tenaga Ahli Struktur Universitas Gadjah Mada (UGM), Christopher Triyoso, menjelaskan bahwa pengujian bertujuan membaca karakteristik frekuensi alami jembatan. Perubahan frekuensi getaran dapat menjadi indikator adanya perubahan kekakuan struktur.

Pengujian dilakukan pada satu bentang jembatan dengan titik hentakan di bagian tengah dan seperempat bentang. Hasil pengujian, kata Christopher, masih memerlukan waktu sekitar satu minggu untuk dianalisis sebelum disampaikan ke publik.

Sebelumnya, uji dinamis pasca dua insiden tabrakan menyatakan Jembatan Mahulu masih aman untuk dilalui, termasuk oleh kendaraan dengan beban di atas delapan ton. Namun, setelah terjadinya tabrakan ketiga, pengujian ulang kembali dilakukan sebagai langkah pencegahan.

Hasil resmi uji beban lanjutan ini akan diumumkan setelah seluruh tahapan analisis selesai.

(Tim Redaksi)