Home DISKOMINFO KUKAR Distransnaker Kukar Dorong Wirausaha Mandiri Lewat Pelatihan dan Bantuan Usaha

Distransnaker Kukar Dorong Wirausaha Mandiri Lewat Pelatihan dan Bantuan Usaha

9
0
Bagikan Berita Ini :
Distransnaker Kukar Dorong Wirausaha Mandiri Lewat Pelatihan dan Bantuan Usaha

Keterangan Gambar : Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza saat diwawancarai awak media pada Minggu (4/10/2026)

Tenggarong, sapakaltim.com – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutai Kartanegara (Kukar) memperluas kesempatan kerja melalui pengembangan sektor informal. Salah satunya dengan membekali masyarakat lokal keterampilan usaha sekaligus memberikan bantuan sarana usaha.

Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan program tersebut menyasar masyarakat yang berminat menjadi wirausaha mandiri. Saat ini, pembinaan telah dilakukan di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Muara Wis, Sebemban, dan Kota Bangun.

“Jadi kami saat ini sedang fokus untuk sektor informal dengan menyiapkan pembekalan pelatihan keterampilan dengan menyerahkan bantuan usaha kepada beberapa kelompok binaan tenaga kerja mandiri yang ada di Muara Wis, Sebemban, kemudian yang ada di Kota Bangun,” kata Dendy , Minggu (4/10/2026)

Ia menjelaskan, jenis pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi usaha di masing-masing wilayah. Di Muara Wis, masyarakat dibekali keterampilan perbengkelan sepeda motor. Sementara di Sebemban, pelatihan diarahkan pada bidang pertukangan mebel.

Setelah pelaksanaan di wilayah tersebut, program akan dilanjutkan ke Kecamatan Loa Kulu, Sebulu, dan Tenggarong.

Menurut Dendy, peserta merupakan tenaga kerja lokal yang memiliki minat untuk membangun usaha secara mandiri. Mereka akan mendapatkan pelatihan keterampilan selama lima hari, kemudian dilanjutkan dengan pemberian sarana usaha.

“Jadi fokus kita saat ini untuk menciptakan wirausaha mandiri. Wirausaha mandiri kita bekali dengan keterampilan selama lima hari kemudian kita berikan sarana usaha,” ujarnya.

Bantuan sarana usaha tersebut disesuaikan dengan jenis keterampilan yang diberikan, seperti peralatan perbengkelan bagi peserta yang mengikuti pelatihan di bidang otomotif.

Distransnaker Kukar juga menyiapkan mekanisme monitoring dan evaluasi untuk memastikan program tidak berhenti sebatas pemberian pelatihan dan bantuan.

Dendy mengatakan monitoring akan dilakukan pada bulan ketiga hingga keempat setelah program berjalan. Langkah tersebut diperlukan untuk melihat keberlanjutan usaha sekaligus memastikan program memberikan dampak terhadap peningkatan kesempatan kerja.

“Nah program ini harus dikawal, karena apa? Supaya tidak hanya sekadar output, tapi nanti berdampak,” katanya.

Jika dalam proses pengembangan usaha kelompok binaan menghadapi kendala permodalan, Distransnaker akan mengarahkan mereka ke program lanjutan melalui Kredit Kukar Idaman Terbaik.

“Ketika di bulan ketiga, bulan keempat kita lakukan monitoring, kita akan dekatkan dengan program lanjutan Kredit Kukar Idaman Terbaik. Apabila ada dari kelompok binaan tenaga kerja mandiri itu kesulitan modal usaha, maka mereka bisa melanjutkan ke program selanjutnya melalui Kredit Kukar Idaman Terbaik,” jelasnya.

Dendy menegaskan, pendekatan program tersebut berbeda dengan intervensi Distransnaker pada sektor formal. Jika sektor formal diarahkan untuk mempertemukan tenaga kerja dengan pemberi kerja, program wirausaha mandiri ditujukan untuk menciptakan pelaku usaha baru.

“Kalau yang kemarin pada saat job fair yang kita lepas sejumlah 305 orang peserta itu intervensi untuk sektor formal. Kita menyiapkan employer atau karyawan, kalau ini kita menyiapkan owner, pemilik usaha mandiri,” pungkasnya.

Tim Redaksi (Adv 29/Hendrik)