Home DISKOMINFO KUKAR Cegah Kebakaran, Pemkab Kukar Siapkan Imbauan Lewat Masjid dan Langgar

Cegah Kebakaran, Pemkab Kukar Siapkan Imbauan Lewat Masjid dan Langgar

14
0
Bagikan Berita Ini :
Cegah Kebakaran, Pemkab Kukar Siapkan Imbauan Lewat Masjid dan Langgar

Keterangan Gambar : Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat meninjau kebakaran di Jalan Kartini, Minggu (18/10/2026).

Tenggarong, sapakaltim.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berencana menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran melalui imbauan rutin di masjid dan langgar setiap waktu salat.

Langkah ini disiapkan menyusul sejumlah peristiwa kebakaran di wilayah Kukar. Melalui pengeras suara masjid dan langgar, masyarakat akan diingatkan untuk memastikan kondisi rumah aman sebelum bepergian maupun beristirahat, terutama pada malam hari.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan penguatan mitigasi diperlukan untuk menekan risiko kebakaran di lingkungan permukiman. Salah satu upaya yang dipertimbangkan adalah memanfaatkan masjid dan langgar sebagai sarana penyampaian imbauan kepada masyarakat.

“Kemungkinan kita akan bekerja sama dengan DMI untuk memberikan imbauan kepada langgar dan masjid setiap kali salat lima waktu. Pengumuman itu untuk mengingatkan seluruh warga agar mematikan kompor, kemudian mematikan listrik ketika bepergian pada malam hari, serta memastikan tidak ada colokan yang masih terpasang,” ujar Aulia saat meninjau lokasi kebakaran di Jalan Kartini, Tenggarong, Minggu (18/10/2026).

Menurutnya, imbauan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya kebakaran, sekaligus mendorong kebiasaan memeriksa peralatan rumah tangga sebelum meninggalkan rumah.

“Sehingga kita bisa memitigasi kejadian ini agar bisa kita hindari,” tambahnya.

Selain memperkuat upaya pencegahan, Pemkab Kukar juga menyiapkan penanganan bagi warga terdampak kebakaran melalui langkah jangka pendek, menengah, dan panjang.

Dalam jangka pendek, pemerintah daerah berupaya membantu memulihkan kondisi warga agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga telah melakukan penanganan sesuai tugas dan kewenangannya.

Sementara itu, untuk jangka menengah dan panjang, Pemkab Kukar akan mengupayakan penataan serta pembangunan kembali dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk mekanisme dan kewenangan daerah dalam memberikan bantuan pembiayaan kepada korban.

Aulia menjelaskan, peninjauan lokasi kebakaran di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, dilakukan untuk melihat langsung kondisi warga sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan pascakebakaran.

Berdasarkan data yang disampaikan, kebakaran tersebut berdampak pada 11 rumah dengan total 15 kepala keluarga (KK).

“Kami dari pemerintah daerah hadir di sini untuk meringankan beban korban yang terkena musibah kebakaran, melihat langsung situasi dan kondisi yang ada, serta merencanakan penanganan agar ke depan bisa lebih cepat ketika terjadi musibah serupa,” ungkapnya.

Aulia menambahkan, Pemkab Kukar juga telah berdiskusi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) untuk membahas langkah-langkah penanganan kebakaran.

Ia berharap penanganan terhadap warga terdampak dapat berjalan cepat. Selain itu, berbagai peristiwa kebakaran yang terjadi di Kukar diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat upaya pencegahan di lingkungan masyarakat.

Tim Redaksi (Adv 68/Hendrik)