
Keterangan Gambar : Kepala DPMD Kukar, Arianto saat diwawancarai awak media pada Jumat (16/10/2026).
Tenggarong, sapakaltim.com– Sebanyak 3.212 rukun tetangga (RT) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berpeluang mendapatkan fasilitas internet gratis melalui Program RT-KU Terbaik. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar mengusulkan pengadaan perangkat internet beserta kuota selama tiga bulan dengan perkiraan anggaran Rp12 juta per RT.
Usulan tersebut menjadi salah satu alternatif kegiatan dalam Program RT-KU Terbaik setelah anggaran program disesuaikan menjadi Rp50 juta per RT dari rencana sebelumnya. Dengan pelaksanaan yang ditargetkan mulai Oktober 2026, pemerintah daerah perlu menentukan kegiatan prioritas yang dapat direalisasikan dalam waktu tersisa tahun ini.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa petunjuk teknis (juknis) Program RT-KU Terbaik mencakup empat bidang kegiatan, yakni ketahanan sosial, pemberdayaan masyarakat, infrastruktur skala kecil, dan operasional RT.
Bidang ketahanan sosial dapat mencakup bantuan bagi warga sakit, ibu hamil, serta penyediaan makanan bergizi bagi lansia dan balita. Sementara itu, pemberdayaan masyarakat diarahkan pada kegiatan pelatihan, sedangkan bidang infrastruktur difokuskan pada perbaikan lingkungan dalam skala kecil.
Di tengah keterbatasan waktu dan anggaran, DPMD Kukar berupaya merumuskan kegiatan yang dapat dilaksanakan secara serentak dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami mendorong adanya kegiatan yang nanti spesifik bisa dilaksanakan serentak, berkaitan dengan kebutuhan masyarakat wilayah RT. Rencana kita, mudah-mudahan salah satunya akan kita dorong untuk mengadakan peralatan internet desa gratis,” kata Arianto, Jumat (16/10/2026).
Menurut Arianto, pengadaan fasilitas internet tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp12 juta untuk setiap RT. Dana itu mencakup pembelian perangkat serta pembayaran kuota internet selama tiga bulan.
“Di angka Rp12 juta itu semua perangkat bisa dibeli, sampai pembayaran kuota internetnya untuk tiga bulan, insyaallah bisa,” ujarnya.
Jika terealisasi, fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas akses internet bagi masyarakat di lingkungan RT masing-masing. Dengan jumlah 3.212 RT, usulan ini berpotensi menjangkau ribuan lingkungan di wilayah Kukar.
Meski demikian, Arianto menegaskan bahwa rencana pengadaan internet gratis tersebut belum dipastikan masuk dalam pelaksanaan Program RT-KU Terbaik tahun ini. Usulan itu masih perlu disimulasikan dan mendapat persetujuan pimpinan daerah.
“Kalau misalnya nanti kita simulasikan, pimpinan setuju, kemudian juga itu kebutuhan yang memang sesuai janji Pak Bupati, sesuai juga dengan kebutuhan masyarakat, insyaallah kita laksanakan,” jelasnya.
Penyesuaian anggaran Program RT-KU Terbaik menjadi Rp50 juta per RT dilakukan dengan mempertimbangkan sisa waktu pelaksanaan pada 2026. Karena itu, penentuan kegiatan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan kebutuhan masyarakat.
Apabila disetujui, penyediaan internet gratis dapat menjadi salah satu pilihan pemanfaatan dana program tersebut. Namun, keputusan pelaksanaan, mekanisme pengadaan perangkat, dan cakupan layanan masih menunggu persetujuan pemerintah daerah.
Tim Redaksi (Adv 62/Hendrik)










LEAVE A REPLY