Home DISKOMINFO KUKAR Karhutla Muara Kaman Belum Tuntas, Dua Helikopter Dikerahkan Bantu Pemadaman

Karhutla Muara Kaman Belum Tuntas, Dua Helikopter Dikerahkan Bantu Pemadaman

16
0
Bagikan Berita Ini :
Karhutla Muara Kaman Belum Tuntas, Dua Helikopter Dikerahkan Bantu Pemadaman

Keterangan Gambar : Foto : Istimewa (Camat Muara Kaman)

Tenggarong, sapakaltim.com– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masih terus ditangani. Luasnya wilayah terdampak dan kondisi lahan gambut menjadi kendala bagi petugas dalam menjangkau sejumlah titik api.

Untuk mendukung pemadaman, dua helikopter milik perusahaan, yakni SHG dan Kencana Group, dikerahkan membantu penanganan kebakaran, terutama di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Camat Muara Kaman, Nadi Baswan, mengatakan helikopter tersebut beroperasi setiap hari untuk membantu petugas memadamkan api di wilayah yang memiliki hamparan lahan luas.

“Helikopternya setiap hari beroperasi karena memang wilayah kami ini sangat luas. Kalau mengandalkan pemadam kebakaran melalui jalur darat, sejumlah titik api sulit dijangkau,” ujarnya, Senin (12/10/2026).

Menurut Nadi, kondisi geografis Muara Kaman menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla. Selain wilayah yang luas, keberadaan lahan gambut membuat pemadaman membutuhkan dukungan peralatan dan metode penanganan yang sesuai dengan kondisi lapangan.

Selain mengerahkan helikopter, perusahaan turut membantu menyediakan peralatan untuk mendukung operasional petugas. Salah satunya berupa perahu ces yang digunakan untuk menjangkau lokasi kebakaran melalui jalur perairan.

Penanganan karhutla juga dilakukan dengan membagi wilayah kerja menjadi beberapa zona. Kawasan bagian bawah, terutama di sepanjang aliran sungai, ditangani melalui koordinasi sejumlah pihak. Sementara itu, wilayah bagian atas turut mendapat dukungan perusahaan.

“Alhamdulillah, perusahaan ikut membantu. Kami membagi zona penanganan, baik di bagian bawah maupun atas. Dukungan mereka cukup besar untuk membantu petugas di lapangan,” katanya.

Di sisi lain, kondisi cuaca turut memengaruhi efektivitas pemadaman. Nadi menjelaskan, hujan dengan durasi singkat belum cukup membantu mengurangi kebakaran, khususnya di kawasan gambut yang membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali basah.

“Kalau hujannya hanya sebentar, tidak terlalu mengurangi. Kami ini termasuk wilayah dengan lahan gambut yang luas. Paling tidak, hujan harus turun setengah hari atau seharian agar dampaknya terasa,” jelasnya.

Hingga saat ini, pihak kecamatan belum dapat memastikan total luas lahan yang terbakar. Pendataan masih terkendala luasnya wilayah serta beragamnya jenis lahan terdampak, mulai dari lahan biasa hingga perkebunan kelapa sawit.

Untuk menunjang kebutuhan operasional, pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar. Bantuan berupa bahan bakar minyak (BBM) dan sembako disalurkan untuk mendukung kegiatan pemadaman sekaligus memenuhi kebutuhan personel di lapangan.

Saat ini, terdapat dua posko yang masih aktif, yakni di wilayah Bunga Jadi dan Tunjungan. Posko tersebut berfungsi mendukung koordinasi penanganan kebakaran serta penyaluran bantuan bagi petugas.

Nadi menambahkan, pembagian zona penanganan diperlukan karena wilayah Muara Kaman dilalui dua aliran sungai yang membagi kawasan kerja petugas. Kondisi tersebut membuat penempatan personel harus diatur agar penanganan kebakaran di lokasi yang dapat dijangkau tetap berjalan.

Selain melakukan pemadaman, pihak kecamatan terus mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Menurutnya, pencegahan perlu menjadi perhatian bersama untuk menekan risiko meluasnya karhutla.

Meski demikian, Nadi menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kebakaran maupun menuduh pihak tertentu. Untuk saat ini, pemerintah kecamatan lebih mengutamakan upaya pemadaman dan mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar lahan.

“Kami juga berpikir, tidak mungkin lahan seluas ini terbakar begitu saja. Tapi kami tidak menuduh siapa pun. Untuk saat ini, kami hanya bisa mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati,” tutupnya.

Tim Redaksi (Adv 52/ Hendrik)