Home DISKOMINFO KUKAR Produksi Air Bersih PDAM Samboja Turun Separuh, Pemkab Kukar Cari Solusi

Produksi Air Bersih PDAM Samboja Turun Separuh, Pemkab Kukar Cari Solusi

17
0
Bagikan Berita Ini :
Produksi Air Bersih PDAM Samboja Turun Separuh, Pemkab Kukar Cari Solusi

TENGGARONG – Kapasitas produksi air bersih di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami penurunan hingga separuh dari kondisi normal. Meski hujan mulai turun dalam beberapa waktu terakhir, ketersediaan air baku belum menunjukkan pemulihan yang signifikan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan pasokan air dari sumber utama yang selama ini dimanfaatkan PDAM masih terbatas. Kondisi tersebut dipengaruhi curah hujan yang belum merata sehingga belum mampu mengembalikan debit air di waduk penampungan.

Jika sebelumnya produksi air bersih dapat mencapai 80 liter per detik, saat ini kapasitasnya hanya berkisar 40 liter per detik.

“Direktur Utama PDAM tadi pagi menyampaikan kepada saya bahwa debit air kita masih sangat rendah. Hujannya juga masih sporadis, sehingga debit air belum normal,” ujar Sunggono , Rabu (4/11/2026).

Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Kukar mulai mengupayakan alternatif sumber air baku untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Direktur Utama PDAM telah diminta melakukan peninjauan langsung sekaligus berkoordinasi dengan sejumlah pihak di wilayah Samboja.

Peninjauan tersebut melibatkan camat setempat serta pihak-pihak yang memiliki potensi sumber air, termasuk BBS yang mempunyai waduk di kawasan tersebut.

Salah satu opsi yang turut dipertimbangkan adalah memanfaatkan waduk milik Balai Wilayah Sungai (BWS). Waduk yang merupakan fasilitas lama itu dinilai berpotensi menjadi sumber pasokan tambahan, meskipun lokasinya tidak berdekatan dengan instalasi penampungan air milik PDAM.

“Sebetulnya ada waduk yang dibuat oleh BWS, tetapi itu waduk lama dan jaraknya memang agak jauh. Reservoir terdekat milik PDAM hampir sekitar 5 sampai 7 kilometer,” jelasnya.

Namun, rencana pemanfaatan sumber air tersebut masih memerlukan kajian teknis. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan debit air serta kemungkinan penyalurannya menuju reservoir PDAM sebelum dapat digunakan sebagai sumber air baku.

Sunggono berharap koordinasi lintas pihak dan pemeriksaan langsung di lapangan dapat menghasilkan alternatif penanganan untuk mengatasi keterbatasan pasokan air di Samboja.

Upaya tersebut menjadi penting agar kapasitas produksi PDAM dapat kembali meningkat dan pelayanan kebutuhan air bersih bagi masyarakat tidak terus terkendala kondisi cuaca.