TENGGARONG – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) akan melibatkan akademisi dari Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dan Universitas Mulawarman (Unmul) untuk mengkaji kerusakan turap di kawasan Taman Musik Tenggarong.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan penyebab kerusakan sekaligus menentukan metode penanganan yang tepat, menyusul adanya pergeseran atau kemiringan struktur turap yang berdasarkan pengamatan awal diperkirakan mencapai 50 sentimeter.
Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, mengatakan secara teknis perencanaan maupun pelaksanaan konstruksi turap tersebut sejauh ini relatif telah sesuai ketentuan. Namun, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kerusakan dan masih membuka kemungkinan adanya pengaruh faktor alam.
“Untuk memastikan penyebabnya, dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan pihak akademisi guna melakukan kajian teknis secara menyeluruh,” ujarnya.
Menurut Wiyono, hasil kajian tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah perbaikan. Ada dua opsi yang akan dipertimbangkan, yakni memperbaiki dan memperkuat struktur yang ada atau membongkar kemudian membangunnya kembali.
Ia menegaskan, penanganan kerusakan tidak boleh dilakukan secara terburu-buru tanpa mempertimbangkan kekuatan konstruksi dalam jangka panjang. Pemerintah tidak ingin perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara dan berujung pada kerusakan serupa.
“Kami tidak ingin perbaikan dilakukan hanya untuk sementara, kemudian kerusakan serupa kembali terjadi. Karena itu, aspek kekuatan dan ketahanan konstruksi untuk jangka panjang harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Terkait kebutuhan anggaran, Wiyono menyebutkan pihaknya belum dapat memberikan estimasi karena masih menunggu hasil kajian. Sebab, apabila diperlukan penguatan tambahan pada struktur, kebutuhan biaya tentu akan berbeda dengan perbaikan biasa.
Ia berharap kajian tersebut dapat dipercepat dan dilaksanakan dalam November ini. Apabila memungkinkan, penanganan kerusakan turap dapat direalisasikan pada 2027 mendatang.
Wiyono juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Ketua DPRD Kukar yang telah turun langsung meninjau kondisi turap tersebut. Menurutnya, kawasan Taman Musik merupakan salah satu ikon Tenggarong yang perlu mendapat perhatian karena menjadi ruang publik sekaligus destinasi yang ramai dikunjungi masyarakat.
Lebih jauh, ia menilai pengembangan kawasan wisata memiliki potensi besar dalam mendorong perputaran ekonomi daerah. Aktivitas wisata yang semakin ramai diharapkan turut memberikan manfaat bagi pelaku UMKM, pedagang, dan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut.
“Kami tentu berharap perbaikan bisa segera dilakukan karena kawasan ini merupakan salah satu wajah Kota Tenggarong,” pungkasnya.










LEAVE A REPLY