
Keterangan Gambar : Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat diwawancarai awak media pada Sabtu (24/10/2026).
Tenggarong, sapakaltim.com– Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan kembali meraih gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung di Kukar pada Desember mendatang.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mempertahankan program keagamaan, termasuk Gerakan Etam Mengaji yang telah berjalan selama bertahun-tahun.
Menurut Aulia, Gerakan Etam Mengaji memiliki peran penting dalam membangun karakter dan menjaga nilai-nilai keagamaan di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).
Ia menegaskan, program-program positif yang telah dirintis oleh pemimpin sebelumnya harus tetap dilanjutkan sebagai bagian dari tanggung jawab kepemimpinan saat ini.
“Kita juga ingin mempertahankan prestasi di bidang keagamaan. Sebelumnya, Kukar berhasil menjadi juara umum MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur selama enam kali berturut-turut. Namun, pada pelaksanaan terakhir, kita belum berhasil mempertahankan prestasi tersebut karena gelar juara diraih Kutai Timur,” ungkapnya , Sabtu (24/10/2026).
Meski kehilangan gelar juara umum pada pelaksanaan terakhir, Aulia optimistis Kukar dapat kembali bersaing untuk merebut posisi tertinggi pada MTQ mendatang.
“Insyaallah, pada pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang akan digelar di Kabupaten Kutai Kartanegara pada Desember mendatang, kita siap kembali menjadi juara umum,” ujarnya.
Selain mendorong prestasi dalam ajang MTQ, Aulia menyebut Gerakan Etam Mengaji perlu terus dikawal keberlangsungannya. Program tersebut dinilai menjadi salah satu upaya membangun karakter aparatur melalui pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan.
Dalam penerapannya, ia menjelaskan bahwa pembinaan keagamaan juga mencakup pemeluk agama lain sesuai keyakinan masing-masing.
Bagi Aulia, keberlanjutan program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi keagamaan, tetapi juga upaya mempertahankan nilai-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan.
Tim Redaksi (Adv 87/Hendrik)










LEAVE A REPLY