Home DISKOMINFO KUKAR Bupati Kukar Dorong Warga Aktif Cegar Kebakaran, Pengadaan APAR Masih Dikaji

Bupati Kukar Dorong Warga Aktif Cegar Kebakaran, Pengadaan APAR Masih Dikaji

16
0
Bagikan Berita Ini :
Bupati Kukar Dorong Warga Aktif Cegar Kebakaran, Pengadaan APAR Masih Dikaji

Keterangan Gambar : Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri saat diwawancarai awak media Senin (19/10/2026).

Tenggarong, sapakaltim.com– Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, mendorong penguatan upaya pencegahan kebakaran di lingkungan permukiman. Salah satu opsi yang menjadi perhatian adalah penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah warga. Namun, penerapannya masih perlu dikaji dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan kebutuhan di lapangan.

Aulia mengatakan, penyediaan APAR di setiap rumah merupakan langkah ideal untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran. Meski demikian, pemerintah daerah belum dapat memastikan pelaksanaannya karena perlu menyesuaikan dengan sumber daya yang tersedia.

“Kalau idealnya seperti itu, tetapi kita akan melihat kemampuan yang kita miliki dan kebutuhan yang diperlukan di lapangan,” kata Aulia, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, penanganan kebakaran selama ini cenderung berfokus pada pemadaman setelah api muncul. Ke depan, pemerintah daerah ingin memperkuat langkah mitigasi agar potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dini.

“Sebagaimana yang saya sampaikan tadi, APAR maupun pemadam kebakaran bertindak setelah kebakaran terjadi. Yang kita inginkan sekarang adalah bagaimana kita bisa melakukan mitigasi sehingga kebakaran tidak terjadi,” ujarnya.

Ia menilai, kesiapan petugas dan peralatan pemadam kebakaran perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam mengenali serta mengurangi potensi bahaya kebakaran di lingkungan masing-masing.

Karena itu, pencegahan kebakaran tidak bisa hanya mengandalkan petugas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga keamanan rumah dan lingkungan sekitarnya.

“Ini yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Peran aktif masyarakat tentunya lebih besar untuk membantu mencegah agar kebakaran tidak terjadi di tengah-tengah masyarakat kita,” tegasnya.

Aulia menegaskan, usulan penyediaan APAR di rumah warga masih memerlukan kajian lebih lanjut. Pemerintah daerah akan mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki serta kebutuhan di lapangan sebelum menentukan langkah yang akan diambil.

Dengan penguatan mitigasi dan keterlibatan masyarakat, upaya penanggulangan kebakaran di Kukar diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan saat kejadian, tetapi juga mampu menekan risiko kebakaran di lingkungan permukiman.

Tim Redaksi (Adv 72/Hendrik)