Home DISKOMINFO KUKAR Beasiswa Kesehatan Belum Terserap Optimal, Pemkab Kukar Genjot Sosialisasi

Beasiswa Kesehatan Belum Terserap Optimal, Pemkab Kukar Genjot Sosialisasi

13
0
Bagikan Berita Ini :
Beasiswa Kesehatan Belum Terserap Optimal, Pemkab Kukar Genjot Sosialisasi

Keterangan Gambar : Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kukar, Fathul Alamin saat diwawancarai awak media pada Sabtu (24/10/2026).

Tenggarong, sapakaltim.com– Beasiswa tematik kesehatan dalam program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik (BKIT) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih belum memenuhi kuota yang disediakan. Dari total 156 kuota pada 2026, baru 32 penerima yang tercatat hingga Oktober.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kukar, Fathul Alamin, mengatakan kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah untuk meningkatkan sosialisasi pada tahun mendatang.

Program beasiswa tematik kesehatan mencakup sejumlah bidang pendidikan, antara lain dokter umum, perawat, bidan, psikologi klinis, dan dokter spesialis.

Menurut Fathul, program tersebut menawarkan pembiayaan pendidikan secara menyeluruh. Penerima beasiswa memperoleh bantuan biaya kuliah mulai semester pertama hingga semester kedelapan, biaya hidup, serta uang saku.

Selain dukungan pembiayaan, penerima juga diarahkan untuk bekerja di tempat yang telah ditentukan pemerintah daerah setelah menyelesaikan pendidikan.

“Karena kesehatan ini pertama dia akan dibiayai full mulai dari biaya kuliah semester 1 sampai semester 8, dapat living cost, kemudian ada uang saku, plus setelah lulus dia langsung bekerja di tempat yang sudah kita tetapkan,” jelas Fathul , Sabtu (24/10/2026).

Meski menawarkan berbagai fasilitas tersebut, jumlah penerima beasiswa tematik kesehatan masih jauh dari kuota yang tersedia. Karena itu, Kesra Kukar akan meningkatkan penyebaran informasi agar program tersebut dapat diketahui lebih luas oleh calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan.

Fathul menyebutkan, pihaknya juga berencana menggelar rembuk bersama sejumlah forum kemahasiswaan untuk membahas pola sosialisasi yang lebih efektif.

“Jadi tahun depan kita akan lagi galakkan untuk sosialisasi untuk yang di sisi tematik kesehatan,” ujarnya.

Ia berharap, evaluasi yang dilakukan dapat membantu pemerintah daerah menjaring lebih banyak calon penerima pada 2027. Dengan demikian, kuota yang telah disiapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Program tersebut juga menjadi salah satu fokus Pemkab Kukar dalam pelaksanaan BKIT tahun depan, mengingat pembiayaannya tidak hanya mencakup pendidikan, tetapi juga dukungan biaya hidup dan penempatan kerja setelah lulus.

Tim Redaksi (Adv 85/Hendrik)