Home DISKOMINFO KUKAR Dinkes Kukar Komitmen Jaga Layanan UGD 24 Jam di 30 Puskesmas

Dinkes Kukar Komitmen Jaga Layanan UGD 24 Jam di 30 Puskesmas

9
0
Bagikan Berita Ini :
Dinkes Kukar Komitmen Jaga Layanan UGD 24 Jam di 30 Puskesmas

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Mufidah saat diwawancarai awak media pada Kamis (1/10/2026).

Tenggarong, sapakltim.com– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan layanan Unit Gawat Darurat (UGD) di 30 puskesmas tetap berjalan selama 24 jam. Kebijakan tersebut tetap dijalankan meski sejumlah puskesmas masih menghadapi keterbatasan tenaga kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Mufidah, mengatakan seluruh puskesmas terus berkomitmen memberikan pelayanan kegawatdaruratan sepanjang waktu dengan menyiasati keterbatasan tenaga yang tersedia.

“Insya Allah semuanya sudah UGD 24 jam,” kata Ismi , Kamis (1/10/2926).

Menurutnya, sejumlah puskesmas di wilayah hulu bahkan telah menerapkan layanan 24 jam sebelum adanya instruksi dari Bupati Kukar. Beberapa puskesmas di kawasan tersebut juga telah memiliki layanan rawat inap.

“Kalau kayak di hulu itu, sebelum instruksi Pak Bupati itu pun mereka sudah 24 jam, bahkan sudah rawat inap,” ujarnya.

Ismi menegaskan, Dinkes Kukar akan mendukung komitmen tersebut dengan mengoptimalkan tenaga kesehatan yang tersedia di masing-masing puskesmas.

“Jadi ini komitmen Pak Bupati kita penuhi, kita support dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki,” jelasnya.

Ia mencontohkan pelayanan kesehatan di Kecamatan Tabang. Meski ketersediaan dokter di lokasi masih terbatas, tenaga kesehatan di puskesmas tetap disiapkan untuk menangani pasien yang datang.

“Makanya kalau ada kemarin ada kasus-kasus misalnya di Tabang, teman-teman puskesmas ready untuk kenapa ada pasien-pasien yang datang. Teman-teman siap meskipun tercatat tidak ada dokter di situ tapi tetap bisa on-call,” ungkap Ismi.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Dinkes Kukar juga mengoptimalkan dukungan dari dokter yang berada di lingkungan dinas kesehatan. Mekanisme tersebut dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan ketika tenaga dokter tidak berada secara langsung di lokasi.

“Kita cari cara-cara dengan segala keterbatasan yang kita miliki untuk memaksimalkan pelayanan,” pungkasnya.

Tim Redaksi (Adv 19/Hendrik)