Home DAERAH Wali Kota Samarinda Ajak Wartawan Turun Lapangan Bongkar Jukir Resahkan Warga

Wali Kota Samarinda Ajak Wartawan Turun Lapangan Bongkar Jukir Resahkan Warga

19
0
Bagikan Berita Ini :
Wali Kota Samarinda Ajak Wartawan Turun Lapangan Bongkar Jukir Resahkan Warga

Keterangan Gambar : Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Samarinda, sapakaltim.com– Tidak langsung menyinggung soal penertiban juru parkir (jukir) liar, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, justru membuka pernyataannya dengan refleksi diri. Ia mengakui bahwa dirinya bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bukanlah sosok yang tanpa cela.

“Mulai dari staf sampai wali kotanya manusia biasa, banyak kekurangannya, banyak dosanya, banyak khilafnya,” ujarnya saat membuka kegiatan Wisata Belanja Ramadan 1447 Hijriah di Lapangan GOR Segiri, Jalan Kesuma Bangsa, Jumat sore (20/2/2026).

Menurut Andi Harun, pengakuan tersebut bukan dimaksudkan untuk membenarkan kritik yang tak berdasar. Ia menilai, dalam sejumlah persoalan yang meresahkan warga termasuk praktik jukir bermasalah sorotan publik kerap lebih tajam kepada pemerintah dibandingkan kepada pelaku di lapangan.

Ia melihat adanya ketimpangan perhatian. Ketika muncul keresahan, Pemkot menjadi sasaran kritik dan pemberitaan. Sementara itu, oknum yang melakukan pelanggaran justru tidak banyak tersentuh sorotan.

“Pemkot-nya dihantam, sementara pelaku tindak pidananya atau pelaku keresahan masyarakatnya justru adem-adem. Dia menikmatinya,” katanya.

Situasi tersebut, lanjutnya, menjadi ironi. Pemerintah dituntut bergerak cepat dan tegas, namun di saat yang sama pelaku jukir liar merasa relatif aman karena perhatian publik lebih tertuju pada institusi.

Karena itu, Andi Harun secara terbuka mendorong wartawan untuk turut mengungkap praktik jukir yang dinilai meresahkan masyarakat. Ia bahkan menyatakan siap mendampingi jika diperlukan.

“Coba nanti pulang, wartawan fotoin semua satu-satu. Kalau berani, kalau tidak berani, saya temani. Jangan cuma kita jago di dunia maya,” tegasnya.

Ia juga menyinggung budaya kritik yang ramai di media sosial. Menurutnya, keberanian tidak cukup ditunjukkan lewat komentar daring, melainkan melalui tindakan nyata di lapangan.

“Kalau jago itu, jago di laut, jago di darat, jago di udara, jangan cuma di udara,” sindirnya.

Meski menggunakan pernyataan tegas, ia menekankan bahwa tidak semua jukir dipukul rata. Ia membedakan antara jukir yang bekerja tertib dan mereka yang meresahkan warga.

“Yang jukir baik tidak kena. Yang jukir baik kita doakan rezekinya makin bagus. Tapi kalau meresahkan masyarakat, itu yang menjadi musuh masyarakat,” tutupnya.

(Tim Redaksi)