Home DAERAH Bazar Ramadan Tenggarong Jadi Penggerak Ekonomi dan Dongkrak PAD

Bazar Ramadan Tenggarong Jadi Penggerak Ekonomi dan Dongkrak PAD

26
0
Bagikan Berita Ini :
Bazar Ramadan Tenggarong Jadi Penggerak Ekonomi dan Dongkrak PAD

Keterangan Gambar : Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri.

Kutai Kartanegara, sapakaltim.com- Ratusan warga memadati Teras Utama Tangga Arung Square, Tenggarong, Kamis (19/2/2026). Festival dan Bazar Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi itu menjelma menjadi pusat keramaian baru setiap sore menjelang berbuka puasa. Tak hanya menjadi destinasi berburu takjil, kegiatan ini juga menyumbang pendapatan bagi daerah.

Ketua Pengelola Tangga Arung Square, Adi, menyampaikan bahwa seluruh 100 tenda yang disiapkan panitia telah terisi. Dari jumlah tersebut, tercatat sekitar 200 tenant ikut ambil bagian.

Retribusi dari kegiatan ini pun telah disetorkan lebih awal. “Pada 5 Februari lalu kami sudah membayarkan PAD sebesar Rp53 juta lebih,” ungkapnya.

Ia menilai, langkah tersebut menjadi bukti dukungan pengelola terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kutai Kartanegara.

Selama Ramadan, kawasan Tangga Arung Square diproyeksikan menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat. Mayoritas pelaku usaha yang terlibat bergerak di bidang kuliner, disusul pedagang mainan anak dan aksesoris. Tahun ini, sesuai arahan pemerintah daerah, tidak ada tenant konveksi yang diizinkan beroperasi di area bazar.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa penyelenggaraan bazar bukan semata agenda ekonomi. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat agar lebih mudah mendapatkan kebutuhan berbuka puasa tanpa harus pergi jauh.

Momentum Ramadan juga dimanfaatkan pemerintah untuk memperkenalkan wajah baru Tangga Arung Square yang diresmikan pada 5 Januari 2026. Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai Pasar Tangga Arung itu kini tampil lebih tertata setelah direvitalisasi.

Dengan partisipasi 200 tenant, pemerintah optimistis pilihan produk yang tersedia semakin beragam dan mampu memenuhi kebutuhan warga, khususnya masyarakat Tenggarong.

Pemerintah daerah pun memberi perhatian pada aspek ketertiban. Koordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan dilakukan guna mengantisipasi kemacetan akibat lonjakan pengunjung. Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan dan keamanan agar kawasan tersebut tetap nyaman.

Festival ini diharapkan tidak hanya menghadirkan suasana semarak Ramadan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal serta memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas publik yang baru direvitalisasi tersebut.

(Tim Redaksi)