
Keterangan Gambar : Gubernur Kaltim H Rudy Mas'ud
Samarinda, sapakaltim.com- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan pembangunan infrastruktur jalan tetap berjalan meski pemerintah pusat menerapkan kebijakan efisiensi melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025.
Data dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan peningkatan kondisi jalan mantap sepanjang 2025. Persentase jalan mantap naik dari 82,21 persen pada 2024 menjadi 85,83 persen pada 2025. Secara panjang, jalan dalam kondisi mantap bertambah dari 771,83 kilometer menjadi 805,81 kilometer.
Peningkatan juga terjadi pada realisasi pembangunan jalan. Jika pada 2024 panjang jalan yang dibangun hanya 4,9 kilometer, maka pada 2025 melonjak menjadi 33,98 kilometer atau hampir 34 kilometer. Total panjang jalan provinsi berdasarkan SK Gubernur Kaltim Nomor 100.3.3.1/K.597/2023 tercatat 938,85 kilometer.
Gubernur Rudy Mas'ud menegaskan pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas karena berperan penting dalam mendukung konektivitas dan pemerataan ekonomi daerah.
“Pembangunan jalan tetap menjadi prioritas karena menyangkut konektivitas dan pemerataan ekonomi,” ujarnya pada minggu (15/2/2026).
Selain pembangunan baru, kegiatan rekonstruksi juga mengalami peningkatan signifikan. Pada 2024, rekonstruksi jalan mencapai 68,08 kilometer, sementara pada 2025 meningkat menjadi 120 kilometer. Adapun pembangunan jembatan tetap konsisten, yakni enam unit pada 2024 dan 2025.
Rudy bersama Wakil Gubernur Seno Aji menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk melanjutkan pembangunan hingga menjangkau kawasan perbatasan, pedalaman, dan pesisir.
Meski anggaran daerah diprediksi menurun akibat pemotongan Transfer ke Daerah (TKD), Pemprov Kaltim memastikan proyek-proyek strategis tetap berjalan.
“Infrastruktur jalan adalah urat nadi pembangunan ekonomi. Kami ingin seluruh wilayah Kaltim terkoneksi dengan baik agar manfaat pembangunan dirasakan secara merata,” tutup Rudy.
(Tim Redaksi)







LEAVE A REPLY