
Keterangan Gambar : DP3A Kukar saat memberikan pendampingan kepada sekitar 50 anak terdampak kebakaran di Jalan AM Alimuddin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.
Tenggarong, sapakaltim.com– Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan pendampingan kepada sekitar 50 anak terdampak kebakaran di Jalan AM Alimuddin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.
Pendampingan dilakukan sebagai upaya membantu anak-anak mengatasi dampak psikologis pascakebakaran. Kegiatan dikemas melalui aktivitas bermain dan menggambar agar anak-anak dapat mengekspresikan diri sekaligus mengurangi trauma akibat peristiwa yang mereka alami.
Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan respons DP3A setelah menerima informasi mengenai warga yang terdampak kebakaran. Pihaknya kemudian meminta tim untuk menyisir kondisi warga, khususnya anak-anak yang membutuhkan pendampingan.
“Ya kegiatan ini kan bentuk dari respons kita terhadap warga terdampak kebakaran di Jalan AM Alimuddin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. Memang pada saat selesai kebakaran, saya minta teman-teman untuk menyisir, karena biasanya ada anak-anak yang perlu kita dampingi,” kata Syafliansyah, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, pendampingan terhadap anak penting dilakukan sejak awal untuk mencegah dampak psikologis yang berkepanjangan.
“Makanya hari ini saya saksikan ada kegiatan seperti ini untuk membantu menghilangkan trauma anak-anak. Dengan bermain, menggambar, bermain seperti ini, kita harapkan traumanya bisa berkurang. Karena biasanya kalau trauma anak-anak tidak cepat ditangani, maka bisa jangka panjang,” ujarnya.
Selain mendampingi anak, DP3A juga memberikan edukasi kepada orang tua agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anak setelah mengalami peristiwa kebakaran.
Syafliansyah mengatakan perubahan sikap seperti anak yang sebelumnya ceria kemudian menjadi lebih banyak diam perlu mendapat perhatian dari orang tua.
“Sekalian juga kita edukasi orang tua supaya bisa melihat kondisi anaknya seperti apa. Mungkin yang tadinya ceria, kemudian jadi lebih banyak diam, itu kan perlu kita sikapi,” jelasnya.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 anak, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Sejumlah anak bahkan harus meninggalkan lokasi karena kondisi tempat yang tidak lagi mampu menampung seluruh peserta.
“Ada sekitar 50 anak yang mengikuti kegiatan ini. Bahkan, ada yang sempat keluar juga tadi, ada yang pulang. Tadi malah nggak muat tempatnya,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, DP3A menyiapkan alat tulis untuk mendukung aktivitas menggambar. Menurut Syafliansyah, kegiatan menggambar menjadi salah satu cara bagi anak untuk mengekspresikan pengalaman yang mereka alami.
“Ya, dalam kegiatan ini kita menyiapkan alat tulis. Kita siapkan ini untuk mereka menggambar, karena ini bagian dari mereka melepaskan ingatan-ingatan yang kemarin,” katanya.
DP3A Kukar berencana kembali menggelar kegiatan pendampingan serupa. Rencana tersebut akan disesuaikan dengan hasil evaluasi serta kebutuhan warga terdampak.
“Sementara kita hari ini dulu melaksanakan kegiatan ini, nanti kita lihat kondisinya. Karena tadi ada permintaan juga dari ibu-ibunya, mereka ingin didampingi dengan kegiatan-kegiatan seperti ini. Nanti kita jadwalkan lagi kegiatan seperti ini, sambil kita evaluasi prosesnya,” ujar Syafliansyah.
Ia berharap pendampingan tersebut dapat membantu anak-anak kembali menjalani aktivitas dengan ceria dan tidak mengalami trauma berkepanjangan akibat kebakaran.
“Jadi ini kita lakukan sebagai bagian dari tugas kita, supaya anak-anak kita tidak mengalami trauma berkepanjangan. Harapannya melalui kegiatan ini, mudah-mudahan anak-anak hilang traumanya. Sehingga kita ingin anak-anak kita ceria kembali, ketawa kembali, dan bisa melupakan peristiwa yang kemarin,” pungkasnya.
Tim Redaksi (Adv 38/Hendrik)









LEAVE A REPLY