
Keterangan Gambar : Sekda Kukar Sunggono Kasnu saat diwawancarai awak media Senin (19/10/2026).
Tenggarong, sapakaltim.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan yang disiapkan untuk fasilitas pendidikan tersebut kini diperluas dari sekitar lima hektare menjadi tujuh hektare, sementara pembangunan fisik ditargetkan dapat terlaksana pada 2027.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono Kasnu, mengatakan proses persiapan saat ini telah berjalan, baik dari sisi administrasi maupun kondisi lahan. Dokumen pembangunan telah berada di Kementerian Sosial, sedangkan penyiapan lokasi mulai dilakukan melalui pembersihan lahan atau land clearing.
“Sekolah Rakyat, kalau secara dokumen sekarang sudah, insya Allah, di Kementerian Sosial. Kemudian, secara fisik di lapangan sudah ada land clearing,” ujar Sunggono, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, luas lahan yang disiapkan mengalami penambahan dari rencana awal sekitar lima hektare menjadi tujuh hektare. Perluasan tersebut menjadi bagian dari persiapan pembangunan fasilitas pendidikan yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Lahannya memang awalnya sekitar lima hektare, sekarang menjadi tujuh hektare,” katanya.
Dengan persiapan yang terus berjalan, Pemkab Kukar berharap pembangunan fisik Sekolah Rakyat dapat dimulai pada tahun depan. Namun, realisasinya masih bergantung pada kelanjutan proses administrasi dan tahapan persiapan yang diperlukan.
“Kita harapkan mudah-mudahan tahun depan bisa terbangun,” ungkapnya.
Selain kesiapan lahan dan administrasi, sasaran peserta didik juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan program tersebut. Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan kriteria calon siswa yang antara lain mengacu pada pengelompokan desil berdasarkan data sosial ekonomi.
Sunggono menjelaskan, anak-anak yang berasal dari keluarga dalam kelompok desil 1 hingga desil 4 berpeluang memenuhi kriteria untuk mengikuti program Sekolah Rakyat. Meski demikian, penerimaan peserta didik tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.
“Kalau siswanya itu kan mereka yang berasal di desil 1–4. Sepanjang mereka itu ada di desil 1–4, insya Allah masuk dalam kriteria yang bisa ikut di Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Kehadiran Sekolah Rakyat di Kukar diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan dimulainya penyiapan lahan dan proses administrasi yang berjalan, pemerintah daerah berharap pembangunan fasilitas tersebut dapat terealisasi pada 2027.
Tim Redaksi (Adv 71/Hendrik)







LEAVE A REPLY