Home DISKOMINFO KUKAR Sekda Kukar Minta Peringatan Peristiwa Merah Putih ke-80 Hadirkan Konsep Baru

Sekda Kukar Minta Peringatan Peristiwa Merah Putih ke-80 Hadirkan Konsep Baru

21
0
Bagikan Berita Ini :
Sekda Kukar Minta Peringatan Peristiwa Merah Putih ke-80 Hadirkan Konsep Baru

Keterangan Gambar : Sekda Kukar Sunggono Kasnu saat diwawancarai awak media Senin (19/10/2026).

Tenggarong, sapakaltim.com– Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono Kasnu, meminta jajaran Kecamatan Sanga Sanga menghadirkan konsep baru dalam peringatan Peristiwa Merah Putih ke-80 pada 27 Januari 2027. Ia berharap kegiatan tahunan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Sunggono saat menerima audiensi jajaran Kecamatan Sanga Sanga di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kantor Bupati Kukar, Senin (19/10/2026). Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan peringatan Peristiwa Merah Putih pada tahun depan.

Audiensi itu dihadiri Camat Sanga Sanga, sekretaris camat, sejumlah kepala seksi, hingga lurah. Dalam pertemuan tersebut, jajaran kecamatan memaparkan rencana kegiatan, pihak-pihak yang akan terlibat, serta kebutuhan anggaran.

“Alhamdulillah, hari ini saya menerima audiensi dari teman-teman Kecamatan Sanga Sanga, yang dihadiri seluruh pejabat kecamatan, mulai dari camat, sekretaris camat, beberapa kepala seksi, hingga lurah,” ujar Sunggono.

Menurutnya, konsep yang dipaparkan masih belum menunjukkan banyak perbedaan dibandingkan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, ia meminta panitia mengevaluasi rencana kegiatan agar peringatan tahun depan memiliki nilai tambah bagi masyarakat, khususnya warga Sanga Sanga.

“Saya berkeinginan agar pelaksanaan peringatan 27 Januari tahun depan benar-benar memberikan dampak yang signifikan kepada masyarakat, khususnya warga Sanga Sanga,” tegasnya.

Sunggono mengingatkan agar peringatan tersebut tidak terus dilaksanakan dengan pola yang sama setiap tahun tanpa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Jangan sampai kegiatan ini terkesan monoton dan hanya menjadi acara seremonial yang dilaksanakan setiap tahun, tetapi tidak memberikan dampak maksimal bagi masyarakat,” katanya.

Ia berharap peringatan Peristiwa Merah Putih ke-80 menjadi momentum untuk menghadirkan format kegiatan yang lebih segar dan bermakna. Menurutnya, perubahan konsep diperlukan agar pelaksanaan tahun depan tidak sekadar mengulang agenda rutin.

“Saya berharap ada sesuatu yang berbeda pada pelaksanaan tahun depan. Secara konsep, usulan yang disampaikan tadi belum menunjukkan banyak perbedaan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, saya menyarankan agar pelaksanaannya dibuat dengan konsep yang berbeda,” ungkapnya.

Untuk mematangkan rencana tersebut, Sunggono mendorong jajaran kecamatan kembali berdiskusi dan merumuskan inovasi kegiatan. Ia menyebut sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) telah memberikan dukungan, tetapi gagasan baru dari panitia tingkat kecamatan masih perlu ditunggu.

“Dari paparan yang disampaikan, teman-teman OPD sebenarnya sudah memberikan dukungan. Namun, masih perlu dilihat apakah panitia tingkat kecamatan akan mengusulkan hal-hal baru dalam pelaksanaan kegiatan tersebut,” jelasnya.

Dari sisi anggaran, kebutuhan dana yang dipaparkan dalam audiensi berkisar Rp611 juta hingga Rp630 juta. Sunggono menyebut angka tersebut masih perlu dikonfirmasi kembali. Sementara itu, rancangan susunan acara atau rundown telah tersedia, meskipun sebagian besar masih mengacu pada pola kegiatan tahun sebelumnya.

Persiapan selanjutnya akan mencakup pembentukan atau penetapan panitia serta pembahasan konsep dan agenda baru sebelum rangkaian kegiatan ditetapkan.

Sunggono juga menilai jajaran pejabat Kecamatan Sanga Sanga yang merupakan putra daerah memiliki modal untuk menghadirkan gagasan yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan masyarakat setempat.

“Harapan saya, mudah-mudahan peringatan 27 Januari tahun depan bisa diselenggarakan dengan format baru. Apalagi, para pejabat di Kecamatan Sanga Sanga, mulai dari camat, sekretaris camat, kepala seksi, hingga lurah, merupakan putra daerah setempat,” tuturnya.

Ia pun menantang jajaran kecamatan untuk lebih kreatif dalam merancang kegiatan. Dengan konsep yang berbeda, peringatan Peristiwa Merah Putih diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sanga Sanga.

“Tadi saya juga memberikan tantangan kepada mereka agar mampu menghadirkan kegiatan dengan konsep yang berbeda. Harapannya, format baru tersebut dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat Sanga Sanga,” pungkas Sunggono.

Tim Redaksi (Adv 70/Hendrik)