Home DISKOMINFO KUKAR Aulia Rahman Basri Tegaskan Bonus Atlet Tak Dipangkas, Atlet Diminta Fokus Bertanding

Aulia Rahman Basri Tegaskan Bonus Atlet Tak Dipangkas, Atlet Diminta Fokus Bertanding

14
0
Bagikan Berita Ini :
Aulia Rahman Basri Tegaskan Bonus Atlet Tak Dipangkas, Atlet Diminta Fokus Bertanding

Keterangan Gambar : Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri melakukan sesi Foto bersama dengan para atlet pada Jumat (30/10/2026).

Tenggarong, sapakaltim.com– Keterbatasan fiskal daerah tidak mengubah komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memberikan bonus kepada atlet yang berhasil mengharumkan nama daerah dalam berbagai kompetisi olahraga tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 2026.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, memastikan penghargaan bagi atlet yang berlaga di Porprov VIII, Peparprov V, Forda II, dan Porwada IV tetap disiapkan. Bahkan, ia menjamin besaran bonus yang diberikan setidaknya tidak lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Aulia mengatakan, bonus merupakan salah satu bentuk penghargaan pemerintah atas perjuangan atlet selama membela Kukar. Namun, ia berharap persoalan nominal penghargaan tidak menjadi orientasi utama dalam mengikuti pertandingan.

Menurutnya, semangat kompetisi dan keinginan untuk mengukir prestasi harus tetap menjadi motivasi terbesar para atlet.

“Pastinya, bonus sebenarnya bukan satu-satunya. Karena kita yakin semangat tanding yang dimiliki teman-teman atlet itu jauh lebih besar daripada bonus yang kita janjikan,” ujarnya saat diwawancarai , Jumat (30/10/2026) malam.

Ia menjelaskan, penentuan besaran bonus nantinya akan mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk kemampuan keuangan daerah dan kebijakan pemberian penghargaan dari kabupaten/kota lain di Kaltim.

Pemkab Kukar membuka peluang menyesuaikan nominal bonus apabila terdapat daerah lain yang memberikan penghargaan lebih tinggi dibandingkan besaran yang pernah diterapkan Kukar sebelumnya.

Sebaliknya, jika nominal yang diberikan daerah lain masih berada di bawah standar sebelumnya, pemerintah akan tetap mengacu pada besaran bonus yang pernah diberikan kepada atlet Kukar.

Pembahasan lebih lanjut akan dilakukan bersama para ketua organisasi dan pengurus cabang olahraga agar keputusan yang diambil dapat mempertimbangkan berbagai masukan.

“Nanti semuanya akan kita diskusikan bersama para ketua-ketua perhimpunan olahraga. Yang pasti, kami menginginkan isu bonus ini tidak menjadi penghalang atlet-atlet kita untuk berprestasi,” jelasnya.

Aulia mengaku tidak ingin informasi yang belum jelas mengenai bonus berkembang menjadi anggapan bahwa pemerintah daerah tidak lagi memberikan penghargaan kepada atlet atau bahkan mengurangi nominalnya.

Menurutnya, kepastian mengenai bonus perlu disampaikan sejak awal agar para atlet tidak terbebani oleh berbagai kabar yang beredar menjelang pelaksanaan kompetisi.

Ia berharap penegasan tersebut dapat menghilangkan keraguan sekaligus menjaga kesiapan mental para atlet dalam menghadapi pertandingan. Dengan demikian, seluruh kontingen bisa lebih berkonsentrasi untuk mencapai target prestasi yang telah ditetapkan.

“Yang sebelumnya itu kami tepis pada malam hari ini, sehingga secara emosional atlet kita sudah siap untuk bertanding di setiap ajang perlombaan yang diikuti oleh atlet Kabupaten Kutai Kartanegara,” pungkasnya.

Tim Redaksi (Adv 106/Hendrik)