Home DISKOMINFO KUKAR Simpang Odah Etam Jadi Panggung Kebangkitan Memanda Kutai Panji Berseri

Simpang Odah Etam Jadi Panggung Kebangkitan Memanda Kutai Panji Berseri

7
0
Bagikan Berita Ini :
Simpang Odah Etam Jadi Panggung Kebangkitan Memanda Kutai Panji Berseri

Keterangan Gambar : Pertunjukan melalui penampilan Memanda Kutai Panji Berseri di Simpang Odah Etam (SOE), Tenggarong pada Sabtu malam (10/10/2026).

Tenggarong, sapakaltim.com– Upaya melestarikan kesenian tradisional Kutai terus dilakukan melalui berbagai ruang pertunjukan dan kolaborasi. Salah satunya ditunjukkan melalui penampilan Memanda Kutai Panji Berseri di Simpang Odah Etam (SOE), Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu malam (10/10/2026).

Setelah cukup lama tidak tampil, kelompok kesenian ini kembali menyapa masyarakat melalui pertunjukan bertema “Sepenggal Kisah Memanda di dalam Keresmenan Memanda Kutai Panji Berseri”. Pementasan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali kekayaan seni budaya Kutai sekaligus menjaga keberlangsungannya di tengah perkembangan zaman.

Memanda Kutai Panji Berseri merupakan kesenian tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Pertunjukannya mengangkat cerita berlatar kerajaan dengan perpaduan seni tutur atau beladon yang menjadi salah satu ciri khasnya.

Kembalinya kelompok ini ke panggung pertunjukan tidak hanya menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan para pelaku seni, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat warisan budaya daerah.

Pembina Memanda Panji Berseri, Ahmad Rusli, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pementasan tersebut. Ia berharap penampilan ini menjadi awal bagi keberlanjutan kelompok kesenian yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

“Artinya, aku sangat senang sekali karena Memanda Etam bisa berlangsung dengan baik dan mulus. Ini juga berkat bantuan dari dosen-dosen. Mudah-mudahan Memanda Etam ini bisa terus berjalan dan nantinya diundang orang untuk tampil,” ujarnya.

Rusli menjelaskan, Memanda Panji Berseri merupakan bagian dari warisan leluhur yang perlu terus dijaga. Ia berharap kesenian tersebut dapat diteruskan oleh anak dan cucunya, sekaligus menarik minat masyarakat lain untuk ikut terlibat dalam pelestariannya.

Menurutnya, regenerasi menjadi salah satu kunci agar kesenian tradisional tidak hilang ditelan zaman. Karena itu, dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, sangat dibutuhkan untuk menunjang pembinaan dan keberlanjutan kelompok kesenian.

Ia juga berharap kesenian tradisional asli Kutai mendapatkan kesempatan lebih luas untuk tampil sehingga keberadaannya semakin dikenal masyarakat.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Zikri Umulda, mengatakan Simpang Odah Etam hadir sebagai ruang bagi masyarakat untuk menampilkan karya, kreativitas, serta potensi yang dimiliki.

Menurutnya, SOE tidak hanya menjadi tempat pertunjukan kesenian berbasis kebudayaan, tetapi juga terbuka bagi berbagai karya yang lahir dari pengetahuan, teknologi, dan inovasi masyarakat.

Melalui ruang tersebut, kelompok seni diharapkan dapat terus mengembangkan pertunjukan dengan mempertahankan identitas budaya sekaligus menyesuaikan penyajiannya agar dapat dinikmati oleh masyarakat yang lebih luas.

Zikri menilai penampilan Memanda Panji Berseri memperlihatkan upaya pengembangan kesenian tradisional melalui improvisasi dan inovasi. Langkah tersebut menjadi peluang untuk memperkenalkan seni budaya Kutai kepada generasi muda maupun penonton dari luar daerah.

“Sekarang mereka sudah banyak berimprovisasi dan berinovasi. Tugas kami adalah membantu mempromosikan mereka, supaya bukan hanya masyarakat Kutai Kartanegara yang menikmati, tetapi juga masyarakat secara nasional,” kata Zikri.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan kalangan akademisi dalam mendampingi kelompok kesenian tersebut. Kolaborasi antara pelaku seni dan akademisi diharapkan mampu memperkuat pengembangan kreativitas tanpa menghilangkan karakter asli kesenian tradisional Kutai.

Zikri menambahkan, seni tutur atau beladon menjadi salah satu kekhasan Memanda yang perlu terus diperkenalkan. Dengan promosi dan pengembangan yang berkelanjutan, kesenian ini berpeluang menjangkau penonton yang lebih luas.

Pementasan Memanda Kutai Panji Berseri di Simpang Odah Etam terselenggara melalui dukungan Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melalui program BIMA dengan skema Program Inovasi Seni Nusantara (PISN).

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang bagi pengembangan seni tradisional melalui pertunjukan, inovasi, dan kolaborasi lintas bidang.

Kembalinya Memanda Kutai Panji Berseri ke panggung SOE diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat keberlangsungan kesenian tradisional Kutai. Melalui regenerasi, dukungan pembinaan, dan promosi yang berkelanjutan, warisan budaya ini diharapkan tetap hidup serta dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Tim Redaksi (Adv 49/Hendrik)