Home DISKOMINFO KUKAR Pemkab Kukar Evaluasi Ketersediaan Air untuk Penanganan Kebakaran

Pemkab Kukar Evaluasi Ketersediaan Air untuk Penanganan Kebakaran

7
0
Bagikan Berita Ini :
Pemkab Kukar Evaluasi Ketersediaan Air untuk Penanganan Kebakaran

Keterangan Gambar : Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat diwawancarai awak media pada Sabtu (10/10/2026).

Tenggarong, sapakaltim.com– Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengevaluasi kesiapan sarana penanggulangan kebakaran, terutama ketersediaan sumber air di kawasan permukiman padat penduduk. Salah satu upaya yang dipertimbangkan adalah mengoptimalkan pemanfaatan dana Rukun Tetangga (RT) untuk mendukung fasilitas penanganan kebakaran.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan keterbatasan akses air menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran.

Keberadaan hidran dan titik sumber air dinilai penting, terutama di lingkungan permukiman yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.

Menurut Aulia, kebutuhan tersebut telah dibahas bersama Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kukar. Pemerintah daerah juga berkomitmen mempertahankan alokasi dana RT pada tahun depan agar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Kami sempat diskusi juga dengan Kepala Damkar, terkait dengan kebutuhan akan air ini. Dan kita berada dalam komitmen bahwa dana RT itu tahun depan tidak kita kurangi,” ujar Aulia , Sabtu (10/10/2026).

Ia menjelaskan, penguatan pemanfaatan dana RT akan didorong, khususnya untuk membantu mengatasi persoalan di kawasan padat penduduk di Tenggarong.

Upaya tersebut tidak hanya berorientasi pada penanganan setelah kebakaran terjadi, tetapi juga pada peningkatan kesiapan sarana pendukung agar proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat.

Salah satu kebutuhan yang akan diperhatikan ialah ketersediaan sumber air di sejumlah titik permukiman, termasuk wilayah yang sulit dijangkau kendaraan pemadam. Pemetaan kebutuhan dan sistem distribusi air juga menjadi bagian dari upaya yang akan dikaji.

Aulia menegaskan, pemanfaatan dana RT akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap wilayah. Hal ini karena karakteristik permukiman dan persoalan yang dihadapi masing-masing RT berbeda.

“Nah, kebutuhan masing-masing RT tidaklah sama. Nanti kita akan lihat kalau seandainya bisa ditangani dengan dana RT, maka kita akan coba optimalkan pembiayaan kita di dana RT untuk mengatasi permasalahan seluruhnya,” jelasnya.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Kukar berharap dana RT dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk mendukung kegiatan lingkungan, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, khususnya kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.

Penggunaan anggaran nantinya akan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing wilayah agar pemanfaatannya tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Tim Redaksi (Adv 45/Hendrik)